CLOCKS

BERSATULAH BANGSAKU, HINDARI PERPECAHAN !

MARI KITA TINGKATKAN PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA

SELAMAT DATANG DI BLOG INI di blog ini

KEIMANAN SEORANG SERING TURUN DAN NAIK, BAGAIMANA CARANYA MENINGKATKAN KEIMANAN ITU?

Selasa, 18 September 2012

BERDOA ( oleh: Arif Hidayat)



Berdoa itu pekerjaannya hati, bukan mulut. Walaupun dengan mengucapkan doa, biasanya, akan lebih khusu' dan ni'mat. Namun yang paling menentukan adalah apa kata hati. Hati kita akan bisa memohon sesuatu, tentu, jika kita paham apa yang terkandung dalam doa-doa yang kita panjatkan. Makanya, tidak jadi soal Anda berdoa pakai bahasa Indonesia. Allah Maha Tahu apa yang terlintas dalam hati kita. Kami sendiri sering melakukan doa dengan bahasa Indonesia, juga tak jarang pakai bahasa daerah. Karena dengan bahasa 'ibu' biasanya benak kita lebih mudah tersentuh dan terenyuh. Ketersentuhan dan keterenyuhan ini justru yang diutamakan dalam setiap doa-doa kita. Sehingga, tentu, lebih baik pakai bahasa ibu sendiri daripada pakai bahasa Arab namun tak tahu artinya, hanya sekedar hafalan. Kata Rasul: "Ud'ullaaha wa antum muuqinuuna bil ijaabah, wa'lamuu annallaaha 'azza wajall laa yastajiibu du'aa'an min qalbin ghaafilin" (Berdoalah kepada Allah seraya mantap apa yang kamu panjatkan itu terkabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah Yang Maha Agung tidak akan mengabulkan doa dari HATI YANG LUPA). Maksudnya "hati yang lupa" tiada lain adalah doa yang tidak disertai dengan rintihan hati; doa sambil melamun; doa sekedar hafalan tidak tahu makna kalimat-kalimat yang ia panjatkan; dan semacamnya.

Maka, intinya, dalam berdoa itu harus disertai dengan kesadaran yang penuh, hati yang khusyu', bahwa kita memang benar-benar membutuhkan apa yang kita pinta itu. Makanya ada sebuah doa "Allaahummaa innii a'uudzu bika min qalbin laa yakhsya', wa min 'ilmin laa yanfa', wa min 'ainin laa tadma', wa min du'aa'in laa yusma', wa min dzaalikal arba'" (Ya Allah, saya berlindung kepadamu dari hati yang tidak khusyu', ilmu yang tidak bermanfa'at, mata yang tidak bisa meneteskan air mata/menangis, doa yang tidak dikabulkan, [sungguh kami berlindung dari] ke empat hal itu.)

Berikut ini, kami sertakan beberapa doa yang baik sekali dibaca setiap habis salat (salat apa saja).

1. "Allahumma a'inna 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatika" (Ya Allah, tolonglah kami agar mampu senantiasa mengingatMU, mensyukuri segala nikmat karuniamu, senantiasa meningkatkan intensitas ibadah kami kepadaMU).
2. "Waj'alnaa minalladziina yasma'uuna al-qaula fayattabi'uuna ahsanah" (Ya Allah, jadikanlah kami orang yang mampu mendengarkan ide/pandangan/gagasan/ceramah [dan semacamnya], lantas mengikuti apa yang terbaik darinya.)
3. "Allaahummarzuqna al-ikhlaas wa al-istiqaamah wa hubballaah wa hubba man ahabbah wa hubba al-rasuul wa hubba man ahabbah" (Ya Allah, karunialiah kami hati yang ikhlas, istiqamah (ajek, tidak bosanan dalam melakukan suatu kebaikan), cinta Allah dan orang yang mencintaiNYA, cinta Rasulullah dan orang yang mencintai Rasul)
4. "Rabbanaa aatinaa fi al-dunyaa hasanah wa fi al-aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaba al-naar" (Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan jagalah kami dari siksa neraka).
5. "Allaahummaj'al usratanaa min ahli al-'ilmi wa ahli al-khair." (Ya Allah, jadikanlah keluarga kami orang-orang yang berilmu dan beramal kebajikan).
6. "Balligh maqaashidanaa, Yaa Allah." (Kabulkan segala maksud [baik] kami, Ya Allah).

Dan masih banyak doa-doa lainnya yang sangat baik. Anda tentu juga bebas memanjatkan apa saja yang menajdi kebutuhan anda, dan tentu itu suatu kebaikan.

Arif Hidayat
Dewan Asaatidz Pesantren Virtual

Bid'ah Secara Etimologis dan Terminologis


Cetak
E-mail


Ditulis oleh Muhammad Niam   
Salah satu isu besar yang mengancam persatuan umat Islam adalah isu bid'ah. Akhir-akhir ini, kata itu makin sering kita dengar, makin sering kita ucapkan dan makin sering pula kita gunakan untuk memberi label kepada saudara-saudara kita seiman. Bukan labelnya yang dimasalahkan, tapi implikasi dari label tersebut yang patut kita cermati, yaitu anggapan sebagian kita bahwa mereka yang melakukan bid'ah adalah aliran sesat. Karena itu aliran sesat, maka harus dicari jalan untuk memberantasnya atau bahkan menyingkirkannya. Kita merasa sedih sekarang ini, makin banyak umat Islam yang menganggap saudaranya sesat karena isu bid'ah dan sebaliknya kita makin prihatin sering mendengar umat Islam yang mengeluh atau menyatakan sakit hati dan bahkan marah-marah karena dirinya dianggap sesat oleh saudaranya seiman. Yang paling mudah kita baca dari kasus tersebut adalah adanya trend makin maraknya umat Islam saling bermusuhan dan saling mencurigai sesama mereka dengan menggunakan isu bid'ah. Mari kita renungkan, apakah kondisi seperti itu harus terjadi terus menerus di kalangan umat Islam? Di beberapa negara Muslim, seperti di Pakistan, isu itu telah menyulut perang saudara berdarah antar umat Islam hingga saat ini. Sudah tak terhitung nyawa yang melayang karena pertikian seperti itu.

Mari kita simak sejenak fatwa Syeh Azhar Atiyah Muhammad Saqr yang dikeluarkan pada tahun 1997. Bahwa  sebenarnya isu bid'ah yang berkembang di masyarakat Muslim saat ini disebabkan oleh perbedaan memaknai bi'dah apakah secara etimologis (bahasa) atau terminologis (istilah). Syeh Atiyah menjelaskan lebih jauh:

Dalam kitab "Al-Nihayah fi Gharibil Hadits wal Athar" karangan Ibnu Atsir dalam pembahasan "ba da 'a" (asal derivatif kata bid'ah) dan dalam pembahasan hadist Umar r.a. masalah menghidupkan malam Ramadhan  ": نعمت البدعة هذه" Inilah sebaik-baik bid'ah", dikatakan bahwa bid'ah terbagi menjadi dua, ada 1) bid'ah huda (bid'ah benar sesuai petunjuk) dan ada 2) bid'ah sesat. Bid'ah yang betentangan dengan perintah Allah dan Rasulnya s.a.w. maka itulah bid'ah yang dilarang dan sesat. Dan bid'ah yang masuk dalam generalitas perintah Allah dan Rasulnya s.a.w. maka itu termasuk bid'ah yang terpuji dan sesuai petunjuk agama. Apa yang tidak pernah dilakukan Rasulullah s.a.w. tapi sesuai dengan perintah agama, termasuk pekerjaan yang terpuji secara agama seperti bentuk-bentuk santunan sosial yang baru. Ini juga bid'ah namun masuk dalam ketentuan hadist Nabi s.a.w.  diriwayatkan dari Jarir bin Abdullah oleh Imam Muslim:

‏من سن في الإسلام سنة حسنة فعمل بها بعده كتب له مثل أجر من عمل بها ولا ينقص من أجورهم شيء ومن سن في الإسلام سنة سيئة فعمل بها بعده كتب عليه مثل وزر من عمل بها ولا ينقص من أوزارهم شيء

"Barang siapa merintis dalam Islam pekerjaaan yang baik kemudian dilakukan oleh generasi setelahnya, maka ia mendapatkan sama dengan orang melakukannya tanpa dikurangi sedikitpun. Dan barangsiapa merintis dalam Islam pekerjaan yang tercela, kemudian dilakukan oleh generasi setelahnya, maka ia mendapatkan dosa orang yang melakukannya dengan tanpa dikurangi sedikitpun" (H.R. Muslim).


Stateman Umar bin Khattab r.a. "Inilah bid'ah terbaik" masuk kategori bid'ah yang terpuji. Umar melihat bahwa sholat tarawih di masjid merupakan bid'ah yang baik, karena Rasulullah s.a.w. tidak pernah melakukannya, tapi Rasulullah s.a.w. melakukan sholat berjamaah di malam hari Ramadhan beberapa hari lalu meninggalkannya dan tidak melakukannya secara kontinyu, apalagi memerintahkan umat islam untuk berjamaah di masjid seperti sekarang ini. Demikian juga pada zaman Abu Bakar r.a. sholat Tarawih belum dilaksanakan secara berjamaah. Umar r.a. lah yang memulai menganjurkan umat Islam sholat tarawih berjamaah di masjid.

Para ulama melihat bahwa melestarikan tindakan Umar tesebut, termasuk sunnah karena Rasulullah s.a.w. pernah bersabda "Hendaknya kalian mengikuti sunnahku dan sunnah Khulafaurrashiidn setelahku" (H.R. Ibnu Majah dll.) Rasulullah s.a.w. juga pernah bersabda: "Ikutilah dua orang setelahku, yaitu ABu Bakar dan Umar". (H.R. Tirmidzi dll).

Dengan pengertian seperti itu, maka menafsirkan hadist Rasulullah s.a.w. "كل محدثة بدعة" yang artinya "setiap baru diciptakan dalam agama adalah bid'ah" harus dengan ketentuan bahwa hal baru tersebut memang bertentangan dengan aturan dasar syariat dan tidak sesuai dengan ajaran hadist.

Mengkaji masalah bid'ah memerlukan pendefinisian yang berkembang dan muncul di seputar penggunaan kata bid'ah tersebut. Perbedaan definisi bisa berpengaruh pada perbedaan hukum yang diterapkan. Tanpa mendefinisikan bid'ah secara benar maka kita hanya akan terjerumus pada perbedaan hukum, perbedaan pendapat dan bahkan pertikaian. Demikian juga mendefinisikan bid'ah yang sesat dan masuk neraka, tidaklah mudah.

Dari beberapa literatur Islam yang ada, dapat disimpulkan sebagai berikut:

Para ulama dalam mendefinisikan bid'ah, terdapat dua pendekatan yaitu kelompok pertama menggunakan pendekatan etimologis (bahasa) dan kelompok kedua menggunakan pendekatan terminologis (istilah).

Golongan pertama mencoba mendefinisikan bid'ah dengan mengambil akar derivatif kata bid'ah yang artinya penciptaan atau inovasi yang sebelumnya belum pernah ada. Maka semua penciptaan dan inovasi dalam agama yang tidak pernah ada pada zaman Rasulullah s.a.w. disebut bid'ah, tanpa membedakan antara yang baik dan buruk dan tanpa membedakan antara ibadah dan lainnya. Argumentasi untuk mengatakan demikian karena banyak sekali ditemukan penggunakan kata bid'ah untuk baik dan kadang kala juga digunakan untuk hal tercela.

Imam Syafi'i r.a. berkata: "Inovasi dalam agama ada dua. Pertama yang bertentangan dengan kitab, hadist dan ijma', inilah yang sesat. Kedua inovasi dalam agama yang baik, inilah yang tidak tercela."

Ulama yang menganut metode pendefinisan bid'ah dengan pendekatan etimologis antara lain Izzuddin bin Abdussalam, beliau membuat kategori bid'ah ada yang wajib seperti melakukan inovasi pada ilmu-ilmu bahasa Arab dan metode pengajarannya, kemudian ada yang sunnah seperti mendirikan madrasah-madrasah Islam, ada yang diharamkan seperti merubah lafadz al-Quran sehingga keluar dari bahasa Arab, ada yang makruh seperti mewarna-warni masjid dan ada yang halal seperti merekayasa makanan.

Golongan kedua mendefinisikan bid'ah adalah semua kegiatan baru di dalam agama, yang diyakini itu bagian dari agama padahal sama sekali bukan dari agama. Atau semua kegiatan agama yang diciptakan berdampingan dengan ajaran agama, dan disertai keyakinan bahwa melaksakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari agama. Kegiatan tersebut emncakup bidang agama dan lainnya. Sebagian ulama dari golongan ini mengatakan bahwa bid'ah hanya berlaku di bidang ibadah. Dengan definisi seperti ini, semua bid'ah dalam agama dianggap sesat dan tidak perlu lagi dikategorikan dengan wajib, sunnah, makruh dan mubah. Golongan ini mengimplementasikan hadist "كل بدعة ضلالة"  yang artinya "setiap bid'ah adalah sesat", terhadap semua bid'ah yang ada sesuai defisi tersebut. Demikian juga statemen imam Malik: "Barang siapa melakukan inovasi dalam agama Islam dengan sebuah amalan baru dan menganggapnya itu baik, maka sesungguhnya ia telah menuduh Muhammad s.a.w. menyembunyikan risalah, karena Allah s.w.t. telah menegaskan dalam surah al-Maidah:3 yang artinya " Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu", adalah dalam konteks definisi bid'ah di atas. Adapun pernyataan Umar r.a. dalam masalah sholat Tarawih bahwa "itu sebaik-baik bid'ah" adalah bid'ah dalam arti bahasa (etimologis).

Lepas dari kajian bid'ah di atas, sesungguhnya tema bid'ah merupakan tema yang cukup rumit dan panjang dalam sejarah pemikiran Islam. Pelabelan ahli bid'ah terhadap kelompok Islam tertentu mulai marak dan muncul, pada saat munculnya polemik dan konflik pemikiran dalam dunia Islam. Merespon polemik pemikiran Islam tersebut, Abu Hasan Al-Asy'ari (meninggal tahun 304 H) menulis buku "Alluma' fi al-radd 'ala Ahlil Zaighi wal Bida'" (Catatan Singkat untuk menentang para pengikut aliran sesat dan bid'ah). Setelah itu muncullah kajian-kajian yang makin marak dan gencar dalam mengulas masalah bid'ah.

Imam Ghozali dalam Ihya' Ulumuddin (1/248) menegaskan:"Betapa banyak inovasi dalam agama yang baik, sebagaimana dikatakan oleh banyak orang, seperti sholat Tarawih berjamaah, itu termasuk inovasi agama yang dilakukan oleh Umar r.a.. Adapun bid'ah yang sesat adalah bid'ah yang bertentangan dengan sunnah atau yang mengantarkan kepada merubah ajaran agama. Bid'ah yang tercela adalah yang terjadi pada ajaran agama, adapun urusan dunia dan kehidupan maka manusia lebih tahu urusannya, meskipun diakui betapa sulitnya membedakan antara urusan agama dan urusan dunia, karena Islam adalah sistem yang komprehensif dan menyeluruh. Ini yang menyebabkan sebagian ulama mengatakan bahwa bid'ah itu hanya terjadi dalam masalah ibadah, dan sebagian ulama yang lain mengatakan bid'ah terjadi di semua sendi kehidupan.

Akhirnya juga bisa disimpulkan bahwa bid'ah terjadi dalam masalah aqidah, ibadah, mu'amalah (perniagaan) dan bahkan akhlaq. Yang perlu digaris bawahi adalah bahwa semua tingkah laku dan pekerjaan Rasulullah s.a.w. adalah suri tauladan bagi umatnya. Apakah semua pekerjaan Rasulullah s.a.w. dan tingkah lakunya wajib diikuti 100 persen, ataukah sebagian itu sunnah untuk diikuti dan sebagian bolah tidak diikuti? Apakah meninggalkan sebagian pekerjaan yang pernah dilakukan Rasulullah s.a.w. (yang bukan termasuk ibadah) dosa atau tidak? Contohnya seperti adzan dua kali waktu sholat Jum'at, menambah tangga mimbar sebanyak tiga tingkat, melakukan sholat dua rakaat sebelum Jum'at, membaca al-Quran dengan suara keras atau memutas kaset Qur'an sebelum sholat Jum'at, muadzin membaca sholawat dengan suara keras setelah adzan, bersalaman setelah sholat, membaca "sayyidina" pada saat tahiyat, mencukur jenggot. Sebagian ulama menganggap itu semua bid'ah karena tidak pernah dilakukan pada zaman Rasulullah dan sebagian lain menganggap itu merupakan inovasi beragama yang diperbolehkan dan baik, dan tidak betentangan dengan ketentuan umum agama Islam. Demikian juga masalah peringatan maulid nabi dan peringatan Islam lainnya, seperti Nuzulul Qur'an, Isra' Mi'raj, Tahun Baru Hijriyah, sebagian ulama melihat itu bid'ah dan sebagian lainnya menganggap itu bukan bid'ah sejauh diisi dengan kegiatan-kegiatan agama yang baik.  Perbedaan para ulama di seputar masalah tersebut terkembali pada perbedaan mereka dalam mengartikan bid'ah itu sendiri, seperti dijelaskan di atas.

Yang perlu kita garis bawahi lagi, bahwa ajaran agama kita dalam merubah kemungkaran yang disepakati bahwa itu kemungkaran adalah dengan cara yang ramah dan nasehat yang baik. Tentu merubah kemungkaran yang masih dipertentangkan kemungkarannya juga harus lebih hati-hati dan bijaksana. Permasalahan yang masih menjadi khilafiyah (terjadi perbedaan pendapat) di antara para ulama, tidak seharusnya disikapi dengan bermusuhan dan percekcokan, apalagi saling menyalahkan dan menganggap sesat. Mereka yang menganggap dirinya paling benar dan menganggap akidahnya yang paling selamat, dan lainnya adalah sesat dan rusak, hendaklah ia berhati-hati karena jangan-jangan dirinya telah terancam kerusakan dan telah dihinggapi oleh teologi permusuhan.

Wallahu  a'lam bissowab


Muhammad Niam

Bahan Bacaan:

Sumber: Fatawa Azhariyah, Fatwa Syah Atiyah Muhammad Saqr, tahun 1997.

DOA SETELAH SHALAT FARDHU



DOA SETELAH SHOLAT FARDLU            
Astagfirullahal azhiimi, alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih 3x.                                                                                                                                                                                                                                                                             
Allahumma antas salaamu, wa minkassalaamu, wa ilaika yauudus salaamu, fahayyinaa rabbanaa bissalami, wa adkhilnal jannata daaras salaami, tabaarakta rabbana wa ta aalaita ya dzal jalaali wal ikram.
Bismillaahirrahmaanirrahiimi.  ( Al Fatihah  )
Alhamdulillaahi rabbil aalamiin. Arrahmaanirrahiim. Maaliki
yaumiddiin. Iyyaaka nabudu wa iyyaka nastaiin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina anamta aalaihim  ghairil maghdluubialaihim wa ladldlaaliin.
Allaahu laa ilaaha ilaa huwal hayyul qayyuumu. Laa takhudzuhuu sinatuw wa laa naumun, lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli mandzalladzi yasfau indahu illaa bi-idznihii yalamu maa baina aidihiim wa maa khalfahum wa laa yuhiithuuna bisyai-in min ilmihii illaa bimaa syaa-a wasi-a kursiyyuhus samaawaati wal ardla wa laa ya-uuduhuu hifzhuhumaa wa huwalaliyyul azhiim.(Al Baq. 255)
Syahidallaahu annahuu laa ilaaha illaa huwa wal malaaikatu wa ulul ilmi qaa-iman bil qisthi laa ilaaha illaa huwal aziizul hakiim. Innad diinaa indallaahil islaam.
Qulillaahumma maalikal mulki tutil mulka man tasyaa'u, wa tanziul mulka mimman tasyaa-u, wa tu-izzu mantasyaa-u, wa tudzillu man tasyaa'u, biyadikalkhairi innakaalaa kulli syai'in qadiirun/Ali Imran 26
Tuulijul laila finnahaari, wa tuulijun nahaara, fil laili wa tukhrijul hayya minal mayyiti, wa tukhrijul mayyita minal hayyi, wa tarzuqu man tasyaa-u bighairi hisaabin, Illaahii yaa rabbii (Ali Imran 27):
Subhaanallaah  33 x
Subhaanallahil aliyil aziimi, wa bihamdihi da iman :
Alhamdulliaah  33 x
Alhamdullillaahi rabbil aalamin, alaa kulli halin wafii kulli halin wanimatan, Allahu Akbar
Allahu Akbar  33 x
Allahu Akbar kabiiraw walhamdu lillaahi katsiira. Wasubhaanallahi bukrataw wa ashiilaa, laa ilaaha illallaahaahu wahdahuu laa syariikala, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumiitu wa huwa alaa kulli syai-in qadiirun, wa laa haula wa laa quwwata illa bilaahil aliyyil azhiimi. Astaghfirullaahalazhiimi 3 x
Bismillaahirrahmaanirrahiimi
Alhamdullillaahi rabbill aalamiin.
Hamdan yuwaafii niamahu wa yukaafii maziidahu.
Yaa rabbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghii lijalali wajhika wa azhiimi sulthaanika.
Allaahumma shalli alaa sayyidinaa muhammadin wa  alaa aali sayyidinaa muhammadin.
Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa wa shiyaamanaa, warukuu-anaa wa sujuudanaa, wa qu-uudanaa watadlarru-anaa wa takhasysyuanaa wa ta-abbudanaa wa tammim taqshiiranaa, yaa Allahahu yaa rabbal 'aalamiina.
Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa in lam taghfir lanaa, wa tarhamnaa lana kuunanna minal khaasiriina, rabbanaa wa laa tahmil alaina ishran kamaa hamaltahu alalladziina min qablinaa.
Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa thaaqata lanaa bihi, wafuannaa waghfir lanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshunaa alal qaumil kaafiriina.
Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa bada idz hadaitanaa, wa hab-lanaa min ladunka rahmatan, innaka antal wahhaabu.
Rabbanaghfir lanaa wa liwaalidiinaa wa lijamii-il muslimiina wal muslimaati, wal muminiina wal muminaati al ahyaa-I minhum wal amwaati,innaka alaa kulli syai-iin qadiirun.
Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan wa qinaa adzaaban naari.
Allaahummaghfir lanaa ma-al abraari. Subhaana rabbika rabbil izzati ammaa yashifuuna wa salaamun alal mursaliina wal hamdulillaahi rabbil aalamiin.

Senin, 13 Juni 2011

100 Pelajaran Hidup
Posted: 09 Jun 2011 05:13 PM PDT

1. Buatlah rasa bahagia menjadi sebuah prioritas.
2. Travel; lihatlah tempat-tempat di dunia sebanyak yang anda bisa.
3. Belajarlah bermain musik.
4. Hiduplah sederhana atau tidak melebihi kemampuan keuangan anda.
5. Maafkan diri anda sendiri. Maafkan orang lain. Demi kepentingan anda sendiri.
6. Belajarlah berenang.
7. Jangan menunda keceriaan.
8. Ambillah tanggung jawab terhadap hidup anda.
9. Ingatlah kata-kata Henry Ford : ”Apakah anda berpikir bisa atau anda berpikir anda tidak bisa, anda benar.” – maksudnya bisa dan tidak bisa ada di tangan anda sendiri.
10. Tetapkan target yang S.M.A.R.T (Specific, Measurable, Attainable, Realistic and Timely) – untuk lebih jelas dan detilnya, saya sarankan anda memiliki buku saya, dengan mengunjungi www.menggapai-impian.com
11. Buatlah target yang kecil untuk jangka pendek dan target yang besar untuk jangka panjang.
12. Bayarlah keperluan anda pribadi pertama-tama, kemudian menabunglah minimal 10% dari penghasilan anda.
13. Ingatlah bahwa selalu ada 2 sisi untuk setiap peristiwa.
14. Sisihkan 5% dari penghasilan anda pada yang kurang beruntung.
15. Jangan melakukan pinjaman/hutang yang buruk (lihat artikel 5 Hal yang Tidak Boleh Anda Lakukan).
16. Buatlah definisi anda sendiri tentang kesuksesan (lihat artikel Apa Arti Sukses Menurut Anda).
17. Jauhkan diri anda dari rokok, minuman beralkohol dan obat-obatan.
18. Ada istilah dalam bahasa Inggris : 4 R – Reduce, Reuse, Recycle, Recover.
19. Ikuti aturan emas : perlakukan orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan.
20. Berolah raga secara teratur.
21. Konsumsi makanan-makanan yang sehat (anda bisa lihat juga artikel Makanan-Makanan Pembuat Awet Muda).
22. Belajarlah cara-cara melakukan pertolongan pertama.
23. Kuasai minimal 1 bahasa asing.
24. Jadilah ahli / expert untuk suatu hal.
25. Tulislah sebuah buku, atau minimal artikel.
26. Perlakukan dengan baik anak-anak maupun binatang.
27. Kenalilah sejarah dasar dan geografi – dalam hal ini Indonesia.
28. Bangunlah kecerdasan emosi anda.
29. Taruhlah kotak pertolongan pertama, baik di rumah maupun mobil anda.
30. Periksakan kesehatan badan anda secara teratur.
31. Belajarlah menerima pujian.
32. Belajarlah menerima kritikan.
33. Jadilah diri anda sendiri.
34. Jangan mengambil tindakan ketika anda emosi / marah.
35. Pilihlah pasangan hidup anda dengan hati-hati; kebahagiaan hidup anda kelak banyak berasal dari keputusan anda yang satu ini.
36. Kekhawatiran adalah hal yang membuang-buang waktu.
37. Jangan mengendarai kendaraan ketika anda sedang mabuk.
38. Jangan pernah menyerah.
39. Minumlah banyak air putih.
40. Belajarlah sesuatu hal yang baru setiap hari.
41. Teruslah merasa bersyukur atas hal-hal yang anda terima.
42. Jangan bergosip.
43. Belarlah mengenai manajemen waktu sebaik-baiknya (lihat juga artikel 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Tidak Efektif).
44. Ikuti naluri anda.
45. Akuilah terhadap orang –orang yang membantu anda.
46. Temukan mentor.
47. Bacalah buku setiap hari.
48. Antusias juga terhadap kesuksesan orang lain sebagaimana anda merasakan kesuksesan anda sendiri.
49. Jangan menunda.
50. Buatlah daftar/list hal-hal yang harus anda lakukan.
51. Banyaklah tersenyum, juga tertawa.
52. Akuilah kesalahan anda.
53. Tetaplah mendapat informasi, apakah dengan membaca koran atau melihat berita di tv (informasi dan berita yang positif lho …).
54. Meditasi. Aturlah waktu untuk menyendiri dan hening setiap hari.
55. Rapi dan teraturlah dengan hidup anda.
56. Jangan membeli barang karena barang tersebut sedang sale, padahal anda tidak terlalu membutuhkannya (lihat artikel Inilah Alasan Kenapa Anda Selalu Dililit Hutang).
57. Hargai teman-teman dan keluarga anda.
58. Pujilah orang lain jika ada kesempatan.
59. Jangan membawa diri anda terlalu serius.
60. Jika mengalami saat-saat yang sulit, ingatlah pesan “badai pasti berlalu”.
61. Jika sesuatu tidak berjalan dengan baik, ingatlah bahwa beberapa hal terlihat buruk pada saat pertama kali.
62. Ingatlah selalu bahwa kesalahan adalah batu loncatan untuk sukses. Jadi jangan takut untuk gagal.
63. Milikilah rencana.
64. Pilihlah teman-teman anda dengan bijak: 80% pengalaman hidup anda – entah itu baik atau buruk – datang dari orang-orang yang sering bersama anda.
65. Jadilah luar biasa.
66. Bertekunlah.
67. Ketahuilah kapan anda harus memotong kerugian anda (cut your losses).
68. Lakukan pekerjaan anda dengan sebaik-baiknya.
69. Ingatlah bahwa hidup bukanlah sebuah gladi.
70. Jika anda tidak mengetahui jawabannya, katakanlah demikian; kemudian anda pergi dan cari jawabannya.
71. Ingatlah bahwa satu-satunya hal konstan di dunia ini adalah perubahan.
72. Mintalah apa yang anda inginkan.
73. Buatlah nilai tambah untuk orang lain.
74. Terapkan leverage. Leverage dapat diartikan menghasilkan lebih banyak dengan sumber daya yang tetap atau lebih sedikit.
75. Bangunlah banyak sumber penghasilan, jangan mengandalkan 1 penghasilan saja.
76. Jadilah bos untuk anda sendiri : mulailah miliki bisnis pribadi.
77. Jangan tidak menepati janji, entah itu pada orang lain maupun pada diri sendiri.
78. Ujilah keyakinan anda dan tanyalah pada diri anda sendiri apakah yang anda yakini tersebut telah berjalan dengan semestinya (Maksudnya bukan keyakinan terhadap Sang Pencipta, namun misalkan keyakinan terhadap pekerjaan anda, teman wanita/pria anda, dll.).
79. Rasakan ketakutan yang anda hadapi, namun tetap lakukan hal tersebut.
80. Jangan khawatir terhadap apa yang orang-orang pikirkan terhadap anda.
81. Dengarkanlah nasihat orang lain, namun tetap buat keputusan di tangan anda sendiri.
82. Rubahlah sesuatu yang bisa anda rubah dan terimalah sesuatu yang tidak bisa anda rubah.
83. Bangunlah kreativas anda.
84. Latihlah kemampuan anda untuk lebih banyak mendengarkan.
85. Putuskan apa yang anda inginkan.
86. Fokuslah pada hal yang anda inginkan dibanding memikirkan hal-hal yang tidak anda inginkan.
87. Mulailah segera; setiap perjalanan selalu dimulai dengan langkah pertama.
88. Bersenang-senanglah.
89. Setiap kali anda jatuh, bangkitlah kembali. Orang sukses hanya bangkit 1 kali lebih banyak dari orang gagal.
90. Kejarlah mutu/keunggulan, bukan menjadi perfectionist.
91. Belajarlah untuk hidup di masa sekarang, bukan di masa lalu atau masa depan.
92. Pro aktif.
93. Pilihlah ‘perang’ anda dengan bijak.
94. Jangan berdebat soal keterbatasan anda.
95. Belajarlah melihat hal-hal luar biasa pada hal-hal yang biasa.
96. Coba dengarkan nasihat dari Eleanor Roosevelt : ”Tidak ada orang yang dapat memandang rendah anda tanpa seijin anda.”
97. Temukan pekerjaan yang anda cintai.
98. Ingatlah pepatah: ”anda menangkap lebih banyak lalat dengan madu.”
99. Miliki pengetahuan tentang keuangan.
100. Isilah hidup anda dengan cinta.
101. ….. silahkan anda lanjutkan.

sumber : http://www.akuinginsukses.com/100-pelajaran-hidup-paling-mendasar-yang-perlu-anda-ketahui/

VIRUS BERBAHAYA

VIRUS BERBAHAYA
Posted on June

8, 2011 by iman
Sekarang musim pancaroba atau pergantian musim, di Negara kita hanya ada 2 musim yaitu kemarau dan hujan, katanya nanti bulan juli baru akan dimulai musim kemarau, menurut prakiraan BMKG musim kemarau tahun 2011 ini tidak akan begitu kering, yang perlu diwaspadai menjelang pergantian musim ini adalah timbulnya beberapa penyakit seperti flu/influenza, sakit radang tenggorokan, batuk dan lain-lainnya, namun saya tidak akan membahas penyakit yang disebabkan virus-virus yang bergentayangan di udara sebagaimana dicontohkan tadi, karena saya ingin berbagi cerita tentang virus-virus yang tidak kalah menariknya yaitu yang beredar dalam diri manusia.
Virus yang terdapat dalam diri manusia ini dari yang agak jinak sampai dengan yang paling berbahaya, dan sekarang jaringannya cepat meluas selain telah menghinggapi pribadi/personal, juga telah sampai mengenai kelompok masyarakat di pelbagai lapisan masyarakat , virus yang paling ringan mungkin “virus cinta” seperti diungkapkan dalam salah satu judul lagu band dewa tetapi bila penyerangan virus ini yang berlebihan juga berbahaya, misalnya seperti yang dialami Melinda Dee karyawati CityBank yang kena virus cinta dengan seorang artis muda yang gemar mengkoleksi mobil mewah sekelas ferari sampai mercy terbaru.
Menurut gossip artis muda itu adalah suami gelapnya karena Melinda Dee masih berstatus punya suami; meskipun sudah setahun dia meninggalkan suaminya tersebut, nah ini salah satu contoh virus-virus cinta yang gencar menyerang sampai Melinda Dee berubah pribadinya dari pegawai bank yang baik, menjadi pembobol uang nasabah city bank milyaran rupiah.
Demikian ganas virus cinta tersebut, padahal tadinya sekedar virus yang ringan, namun karena dibiarkan terlalu lama menyerang, maka berubah menjadi ganas.
Pengacara Melinda Dee mengatakan artis muda yang sering disebut di media massa adalah bukan suami gelapnya melainkan anak angkatnya……………wah mana yang benar ya wartawan/pers, penggosip atau pengacara itu tadi ? tapi kalau pengacara tersebut berbohong, maka itu namanya dia juga telah kena virus yang disebut virus “pembohongan publik”, jadi virus ini memang telah menghinggapi berbagai kalangan, baik itu para pejabat di tingkat menteri, dirjen, termasuk para penegak hukum, pengacara, pengusaha besar, dan para politisi yang terhormat anggota DPR.
Baru-baru ini salah seorang kader partai besar terkena kasus melihat situs porno dari ipod miliknya yang secara kebetulan diliput wartawan dari tempat duduknya , padahal beliau yang terhormat itu sedang mengikuti sidang paripurna, dia bilang tidak sengaja nerima email dan atau katanya lagi hanya seliwat, eh wartawan iseng-iseng mengukur waktunya sekitar 4 menit, jadi bohong kalau waktu segitu mah lama atuh, bukan seliwat, haha. Akhirnya demi menyelamatkan nama besar partainya anggota dewan itu mengundurkan diri.
Ada lagi kasus lama tetapi secara ramai diberitakan di media massa terungkap adanya laporan dari para keluarga korban yang mulai berani melaporkan/ mengadukan nasibnya ke polisi, kontras serta ke publik terutama media cetak dan televisi bahwa anaknya, ada juga yang hilang keponakannya dan lain sebagainya.Mereka belum ditemukan ada yang telah bertahun-tahun tidak tentu rimbanya, katanya kemungkinan telah dicuci otaknya serta direkrut menjadi anggota NII (Negara Islam Indonesia), nah virus apalagi ini namanya? Ya, virus ini cukup ringan saja tetapi apabila dibiarkan terus berkembang / dibiarkan berlarut-larut bisa berubah total menjadi ganas.
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 yang berdasarkan falsafah Pancasila sebagai landasan idiil dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusionalnya adalah final, semua komponen bangsa telah berjuang bangkit ingin mempersatukan wilayah nusantara ini yang dimulai tanggal 20 Mei 1908 yang kini setiap tahun diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional, kemudian dilanjutkan dengan peristiwa penting lainnya yaitu tanggal 28 Oktober 1928 yang kita peringati setiap tahun sebagai hari Sumpah Pemuda.
Kita bangga kemerdekaan negeri ini bukan hadiah dari Belanda atau Jepang melankan diraih dengan perjuangan panjang dengan cara diplomasi dan bertempur meskipun dengan senjata seadanya, mereka rela mengorbankanan jiwa dan raganya, oleh karena itu marilah kita hargai para serta para pejuang kemerdekaan dari sabang sampai merauke, dengan mengisi kemerdekaan ini dengan pembangunan bukan dengan tawuran, bom, radikalisme , penganiyaan, penculikan, pembunuhan, dan bakar membakar sembarangan!
Bung Karno pernah mengatakan: “…..bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai jasa-jasa para pahlawan bangsanya “.
Jadi barang siapa pejabat pemerintah pusat maupun daerah , politisi, usahawan, karyawan swasta, rakyat biasa petani, nelayan, buruh, pegawai BUMN,BUMD dan pegawai negeri termasuk kejaksaan, kehakiman dan lain sebagainya, bila takut menghadapi kegiatan pemberontak yang akan menghancurkan NKRI lebih baik jadi warga Negara lain tinggal pilih ada ratusan Negara di dunia. Menurut saya BIN dan Kepolisian harus tegas segera bertindak didukung (ABRI) Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.
Nah virus cuci otak atau virus pemberontakan dan entah apalagi yang pantas diberikan kepada virus ini, malah dengan adanya kasus ini, maka nambah lagi virus pembohongan publik serta cukup heboh juga, pejabat tingkat pusat mengatakan : lha wong baru niat doang ingin dirikan Negara dalam Negara yaitu NII, mereka belum bisa dihukum,………..oh gitu pak ?
Saya jadi bingung nih? Menurut saya Bapak pejabat tadi agak/sedikit ngawur seperti layaknya para pemain OVJ (Opera Van Java) yang bikin bingung “dalangnya”…….. sendiri. Kebingungan, karena apa? Betul niat saja sih apalagi di dalam hati ya gak bisa dijadikan bukti, siapa juga saksi-saksi yang pandai mengetahui adanya niat di hati seseorang?….susah dong cari saksi yang mampu mendeteksi niat-niat buruk dalam hati manusia!
Tetapi kalau sudah ada organisasinya yang tergambar dalam struktur organisasi dan kegiatan pengurusnya malah ada bendera NII , maka itu saya kira langkah awal untuk melakukan penyelidikan, pemeriksaan dan proses lanjut tindakan hukum lainnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Kalau ada pejabat dan atau politisi yang ngomongnya seperti acuh tak acuh begitu , ini namanya pembohongan publik lagi nih! Mereka saya nilai bukan saja tidak reformis tetapi mereka juga tidak Nasionalis.
Kalau virus korupsi bagaimana berbahaya tidak ya? Oh tentu sama berbahaya karena dapat memiskinkan secara perlahan Negara ini, asset-aset berharga seperti bumi, air, alam dengan segala kandungan yang terdapat di dalamnya negeri ini telah banyak dikuasai bangsa asing , hutang malah semakin banyak alias tiap tahun bertambah, padahal katanya dulu reformasi juga bertujuan ingin meminimalisir hutang? Bohong nih yee??
Soal korupsi saat ini sudah tingkat nadir/bahaya sekali sebab dilakukan beramai-ramai, sebut saja misalnya berapa propinsi, kabupaten dan pemerintah kota yang terlibat korupsi? Dan siapa para pelakunya , oh ya betul bisa kerja sama eksekutif dengan legislatif, kepala daerahnya, sekda, kepala dinas, serta pejabat lainnya dengan mereka yang sering kita sebut yang terhormat anggota Dewan (DPRD).
Coba saja sekarang kita ambil contoh kasus yang hangat saja kasus korupsi pembangunan wisma atlet di Palembang adalah melibatkan banyak pihak, selain melibatkan pejabat eksekutif di Kementrian Pemuda dan Olah Raga, juga patut diduga melibatkan anggota DPR yang juga menjabat Bendaharawan Partai Demokrat serta ada juga dugaan anggota DPR lainnya yang duduk di Panitia Anggaran DPR.
Sebetulnya bendaharawan Partai Demokrat yang namanya Nazarudin sampai tulisan ini dirilis tanggal 28 Mei 2011, yang bersangkutan itu belum ditetapkan status hukumnya oleh pejabat yang berwenang, dia baru “akan” didengar kesaksiannya oleh KPK dalam melengkapi kasus korupsi yang melibatkan beberapa pejabat penting di Kementrian Pemuda dan Olah Raga.
Namun hebatnya baru akan diperiksa minggu depan oleh KPK, eh dia malah kabur duluan ke Singapura. Lho koq ke Singapura? Negara ini dianggap paling aman untuk koruptor bersembunyi, serta menginvestasikan duit haram hasil korupsinya atau alasan yang paling jitu yaitu karena sakit dan segera perlu berobat di sana. Banyak koruptor dan yang terlibat suap menyuap sembunyi di situ, sebut saja misalnya yang pernah berada di Singapura, Anggoro, Ibu Nunun Adang Dorojatun, Gayus Tambunan, Syahril Johan dan banyak lagi ditambah sekarang Nazaruddin .
Negara ini pula belum ada perjanjian ekstradisi dengan RI yang menyebabkan tambah semangat koruptor lari ke sana.
Nazarudin adalah bendarawan Partai Demokrat yang beberapa waktu yang lalu telah diberhentikan oleh Dewan Kehormatan partainya, tetapi belum diberhentikan dari anggota DPR, jadi selayaknya ada izin tertulis Ketua Fraksinya dan Pimpinan DPR apabila ingin bepergian ke luar negeri sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Lembaga penegak hukum di Indonesia ini banyak yang aneh kelakuannya mereka tahu “hukum” serta yang pasti wajib menguasai berbagai peraturan perundangan yang berlaku tetapi mereka tidak mau mentaati hukum.
KPK lambat tidak jemput bola sifatnya menunggu saja …….. lagi-lagi aneh bin ajaib, mestinya KPK sebagai salah satu lembaga penegak hukum dalam memberantas korupsi bertindak cepat, memeriksa dan membuat permohonan cekal kepada Menkumham bagi Nazarudin.
Surat KPK baru diterima oleh Menteri Hukum &HAM tanggal 24 Mei 2011 jam 18.00 tetapi Nazarudin keburu terbang ke Singapura dengan alasan berobat tanggal 23 Mei 2011, bye bye