CLOCKS

BERSATULAH BANGSAKU, HINDARI PERPECAHAN !

MARI KITA TINGKATKAN PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA

SELAMAT DATANG DI BLOG INI di blog ini

KEIMANAN SEORANG SERING TURUN DAN NAIK, BAGAIMANA CARANYA MENINGKATKAN KEIMANAN ITU?

Rabu, 23 Maret 2011

Secret Book But Not A Bomb

Kepada seluruh rekan-rekan pengunjung Blog ini, saya ucapkan terima kasih yang setia mengikuti posting yang mudah-mudahan menambah pengetahuan kita bersama. Kemudian sengaja saya  mengupload video ini dari "YouTube" yang menggambarkan bahwa dari buku itu bisa dibuat hal yang baik juga dimanfaatkan tindak kejahatan dengan isinya "bom".
Postingan ini berusaha mengikuti situasi dan kondisi negara kita sekarang ini sekaitan dengan musim teror paket bom yang dimulai dengan bomb melalui sarana"buku" pada bulan Maret 2011 di  beberapa tempat di Jakarta, kemudian diikuti berbagai ancaman bomb lanjutan yang melanda daerah lainnya di Indonesia. Peristiwa ini tentu saja cukup memprihatinkan kita semua,  karena telah membuat keresahan dan ketidak nyamanan masyarakat.
Selain menyibukkan aparat keamanan, juga hal ini  mengganggu roda pemerintahan, dan berbagai aktivitas  perekonomian masyarakat demikian pula misalnya di  sektor pariwisata akan  terkena dampak pula, hal mana calon wisatawan akan mengalihkan tujuan wisatanya ke negara lain dengan alasan keamanan.

Senin, 21 Maret 2011

MOSQUE BUKAN TERJEMAHAN DARI MASJID


PLEASE CALL OUR MASJID "MASJID"! Not "MOSQUE"!!! 

Assalamu ‘Alaikum, ini adalah informasi yang sangat berharga. Bacalah informasi ini dan sampaikan kepada semua kaum Muslim, sebanyak yang kita bisa. Informasi ini merupakan suatu hal yang sangat vital dan penting. Kaum muslim seharusnya mulai saat ini tidak lagi menggunakan istilah “ Mosque ”. Saya menemukan informasi ini dari buku yang berjudul “THE COMPLETE IDIOT’S GUIDE TO UNDERSTANDING ISLAM”. Salah satu informasi tersebut berhubungan dengan istilah “ Mosque ”. Sebagian besar orang berpikir bahwa “ Mosque ” adalah terjemahan bahasa Inggris dari istilah “Masjid”. Saya yakin, tak seorangpun di antara kita pernah memikirkan bahwa istilah “ Mosque ” mempunyai makna yang sangat tidak sebanding dengan apa yang biasa disebut sebagai “Masjid”. (Saat kita belum dewasa dulu mungkin berpikir bahwa “ Mosque ” adalah terjemahan dari “Masjid”. Pikiran kita pada saat itu kurang kritis dan analitis, sehingga kita tidak berani menanyakan makna istilah “ Mosque ” kepada guru-guru kita.) 

Bagaimanapun, buku ini menunjukkan bahwa istilah “ Mosque ” diperoleh dari kata dalam bahasa Spanyol, yaitu " Mosquito " yang berarti "Nyamuk". Dinamakan seperti itu karena saat Perang Salib terjadi, Raja Ferdinand berkata bahwa mereka akan berangkat dan membasmi Muslim " like mosquitoes " ("seperti nyamuk-nyamuk"). (Dimana lagi mereka dapat temukan muslim dalam jumlah yang cukup besar untuk dibasmi jika bukan di Masjid?). 

Lalu tanpa rasa sungkan mereka menyebut "Masjid" sebagai " Mosque ". 

Jadi saudara-saudara seiman, hindarilah penggunaan kata yang dengan jelas menunjukkan tamparan kemuakan ke wajah umat Muslim. Beritahukanlah saudara-saudara kita tentang sejarah dan etimologi (ilmu asal kata) tentang kata ini. Dan marilah kita ganti kata itu dengan kata yang memiliki makna yang seharusnya. Masjid adalah Tempat untuk Bersujud!. Semantara Mosque berarti tempat pembasmian!. Jadi, Mosque tidak mempunyai makna yang sama dengan Masjid. 
Diterbitkan di: Agustus 152008   DiperbaruiFebruari 242011


Lebih lanjut tentang: www.swaramuslim.com 

10 RAHASIA SUKSES ORANG JEPANG


Posted: 17 Mar 2011 07:28 PM PDT

1. Kerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun).

Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama.

Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.



2. Malu

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran.

Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya.

Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas.

Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.



3. Hidup Hemat

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan.

Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, mungkin kita sedikit heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30.

Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.



4. Loyalitas

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan.

Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.



5. Inovasi

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat.

Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics.

Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu.

Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk.

Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.



6. Pantang Menyerah

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi.

Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah.

Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita.

Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambah dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo, ternyata Jepang tidak habis.

Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) .

Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era berikutnya.

Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya.

Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).



7. Budaya Baca

Jangan kaget kalau Anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran.

Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA.

Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb).

Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.



8. Kerjasama Kelompok

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut.

Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok.

Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, namun 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”.

Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.



9. Mandiri

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Bahkan seorang anak TK sudah harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya.

Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua.

Biasanya mereka mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang nantinya akan mereka kembalikan di bulan berikutnya.



10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari Anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki, maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang.

Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya.

Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Sumber :
jurusmbahtogel.blogspot.com

Senin, 14 Maret 2011

ANTISIPASI BAHAYA KEBEBASAN DI INTERNET


( Suatu tinjauan singkat tentang berselancar di internet secara sehat dan bertanggung jawab )
Oleh: Iman Arif

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa menyatakan pendapat, berkumpul dan berserikat dijamin kebebasannya secara universal di dalam Deklarasi Hak-Hak Azasi Manusia (HAM), demikian pula negara kita Indonesia hak kebebasan individu telah diatur dalam UUD 1945, Negara kita telah menghormati hak-hak kebebasan dimaksud selain di dunia nyata, juga untuk berkoneksi dan berkomunikasi di dunia maya.
Seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi era digital, maka pemerintah telah menjamin warga negaranya berekspresi dan berkumpul di dunia maya dengan menyediakan jaringan koneksi internet yang saat ini internet di Indonesia telah berkembang dengan pesat di pelbagai lapisan masyarakat, baik itu perorangan atau pun kelompok/lembaga termasuk di lingkungan sekolah dari mulai tingkat SD s/d perguruan tinggi, lembaga sosial kemasyarakatan, perusahaan swasta dan Instansi Pemerintah.
Seseorang bila akan memasuki web/situs/blog pasti atau selalu diperlukan alamat email dan passwordnya, sedemikian luasnya pengunaan koneksi internet ini, sehingga dikabarkan bahwa salah satu penyedia alamat atau email dunia yang telah menyediakan jatah satu milyar lebih alamat, namun baru-baru ini mereka menyatakan bahwa alamat itu diperkirakan akan habis beberapa tahun lagi saja.
Menurut berita, konon Indonesia termasuk pengguna jejaring sosial Facebook terbesar kedua dan Twitter ketiga di dunia, belum lagi tak terhitung jumlahnya pengguna blog dengan beraneka ragam topik seperti ekonomi, politik, serta sosial budaya termasuk yang berthemakan/nuansa agama.
Kemajuan tekonologi komunikasi antara lain mengakibatkan globalisasi keterbukaan /transparansi yang sulit dibendung, mereka bebas berkumpul secara online memilih akses internet secara terbuka untuk mendapatkan informasi berupa produk tulisan cetak, photo, film/video, selain itu mereka bisa pula melakukan chatting/komunikasi tulisan atau video call dua orang atau lebih (conference).
Setiap hari seluruh warga dunia dapat bertemu berhubungan melalui internet atau dunia maya untuk melihat berita, bertukar informasi atau agar suara mereka didengar, sedemikian dahsyatnya pengaruh dari komunikasi via internet ini, menurut berita di media bahwa revolusi di Mesir antara lain digerakkan oleh para aktifis terutama generasi muda melalui koneksi internet, dan sekarang menjalar ke Negara lainnya seperti Irak, Tunisia serta negara lainnya di kawasan Timur Tengah dan sekarang Libya di Afika Utara.
Di Indonesia pernah suatu kelompok pengguna internet mengumpulkan dana /koin untuk Ibu Prita yang curhat kepada temannya di facebook bahwa dirinya telah diperlakukan tidak adil oleh pihak rumah sakit, demikian pula banyak komunitas suatu jejaring sosial yang menggalang dana untuk korban gempa bumi di Wasior Papua dan bencana letusan gunung Merapi di Jawa Tengah.
Bagaimana internet digunakan secara sehat? Mari kita ambil contoh baru-baru ini lima anak Indonesia telah meraih berbagai penghargaan internasional di bidang pendidikan dan teknologi informasi (TI) diantaranya kakak beradik Arrival Dwi Sentosa (13) dan Taufik Aditya Utama (18) , Muhammad Yahya Harlan (13), Fahma Waluya Rosymansah (12) dan Hania Pracika Rosmasyah (6).
Arrival Dan Taufik adalah yang menciptakan perangkat lunak anti virus Artav dan sudah diunduh 150.000 orang lebih dari berbagai Negara,Yahya Harlan (13) mampu menciptakan situs jejaring sosial salingsapa.com yang telah digunakan pengguna internet lebih dari 47 negara, kemudian Fahma dan Hania kakak beradik pencipta peranti lunak yang berisi kumpulan games/permainan edukatif dan meraih penghargaan internasional . Kelima anak hebat itu pada tanggal 11 Februari 2011 telah diundang untuk memberikan presentasinya di ITB Bandung yang dihadiri guru besar, dosen, pakar teknologi informasi, guru, ratusan pelajar, dan undangan lainnya, mereka dapat menjawab berbagai pertanyaan dari hadirin, kemudian dikabarkan bahwa Menteri Hukum dan HAM berjanji akan memfasilitasi proses pengajuan hak cipta ketiga karya anak bangsa ini dengan gratis.
Demikianlah berbagai contoh dampak-dampak positif internet, namun seperti pepatah yang mengatakan “man behind the gun”, maka koneksi internet dengan segala manfaatnya dapat berubah menjadi malapetaka bila digunakan bebas tidak terkendali, karena itu tergantung kita sendiri sebagai penggunanya, apakah akan dipergunakan secara baik atau mau digunakan untuk tujuan yang negatif/merusak.?
Contoh delapan siswi suatu SMA di Bogor nyaris dikeluarkan dari sekolahnya karena di suatu jejaring sosial mereka menuduh adanya korupsi di sekolahnya, kemudian contoh terlalu bebasnya menyiarkan informasi dan menggemparkan dunia misalnya Julian Assange seorang warga Negara Australia pemilik web/situs Wikileaks yang membocorkan rahasia berbagai negara di dunia termasuk dokumen Indonesia, baru2 ini dia menuduh Presiden SBY melakukan penyalahgunaan wewenang dan korupsi, padahal Julian itu beberapa bulan yang lalu telah dihukum Pengadilan Inggris, namun bisa keluar tahanan dengan membayar uang jaminan milyaran rupiah.
Teknologi informasi yang semakin maju berhasil pula digunakan penjahat /pembobol uang bank dengan mengganggu sistem komputer perbankan tersebut, malah ada orang yang cerdas berhasil masuk ke system komputer pertahanan dan keamanan Negara adikuasa Amerika Serikat , jadi Negara besar pun tidak luput dari gangguan pengguna internet yang sangat cerdas di bidang teknologi tersebut.
Tentu saja kita seyogyanya memilih memanfaatkan koneksi internet dengan cara sehat dan bertanggung-jawab , yaitu menetapkan tujuan akses internet ke web/situs/blog mana yang baik dan bermanfaat bagi dirinya sendiri juga untuk orang lain , kemudian apa yang kita lakukan mesti dipertanggung-jawabkan baik secara etika maupun moral, serta tidak mengganggu kegiatan /tugas pokok seperti kepentingan keluarga, masyarakat, dan bangsa termasuk bekerja, belajar dan seterusnya.
Penggunaan komputer dan atau masuk ke internet yang tidak mengenal waktu dapat berakibat seseorang terkena pelbagai penyakit karena pisik kurang bergerak, bisa juga sakit mata , apalagi bila sampai kecanduan internet bisa mengakibatkan seseorang jadi penyendiri kurang berosialisasi dalam masyarakat.
Di Indonesia pun telah berkembang web/situs/blog yang buruk malah berbahaya, misalnya telah digunakan untuk menyebarkan ideologi, atau paham yang sangat tidak sesuai dengan ideologi bangsa dan sosial budaya kita, banyak pula situs yang saling menjelekkan ajaran agama dan umat beragama.
Saya amati sebagian dari mereka perorangan maupun kelompok mungkin tidak sengaja, tetapi paling banyak adalah yang secara sengaja, tulisan dan komentarnya telah banyak yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. Tadinya saya hanya sekedar ingin tahu manfaat apa dan apa saja aktifitas di dunia maya itu, dan ternyata disana banyak orang dari seluruh dunia yang meluangkan sebagian waktunya beraktifitas di sana, yang saya ingin katakan di sana ada orang baik , dan juga orang yang tidak baik, jadi kondisi itu sama seperti di dunia nyata.
Tetapi di sana (dunia maya) mungkin lebih berbahaya dibandingkan berkomunikasi di dunia nyata/ tanpa via internet, di sana mereka seolah-olah lebih bebas menyatakan pendapatnya padahal bisa berakibat “berbahaya” dan membahayakan, bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Sehingga kondisi tersebut mengusik fikiran saya, seperti merajalelanya isu SARA, sekelompok orang yang berusaha membangkitkan kembali PKI dengan ajaran komunismenya, sebagian lagi bersemangat menghidupkan DI/TII”, dan sekelompok lain yang rajin menulis memelintir ajaran agama sedemikian rupa yang tujuannya untuk merusak akidah malah lebih parah lagi yang dikategorikan menistakan agama. Oleh karena itu, bila dianalogikan internet itu seperti layaknya senjata, ia dapat berfungsi layaknya senjata ampuh yang dapat mematikan atau sebaliknya bisa digunakan untuk kemajuan peradaban umat manusia.
Kita berharap koneksi internet di tanah air Indonesia dapat dimanfaatkan secara bijak oleh setiap individu warga bangsa, dan khususnya bagi umat Islam dapat menjadi contoh bagaimana berselancar di dunia maya dengan baik dan benar, mengapa?, karena umat Islam mempunyai rambu-rambu peraturan Allah Swt dalam Al Qur’an dan Sunnah Rasullulah Nabi Muhammad SAW. sebagai pedoman hidupnya
Dalam beberapa surah Al Qur’an memperingatkan kita bahwa ucapan dan perbuatan tidak bisa sebebas-bebasnya, melainkan harus sesuai dengan petunjuk Allah SWT, maka kita baca surah Al Isra: 15 : “ Barang siapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa tersesat maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum kami mengutus seorang rasul”.
Kemudian Al Isra :36 : “ Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggung jawabannya”.
Penggunaan internet bukan saja untuk keperluan komunikasi seperti interaksi pertemanan (social network), dan bermain games online semata, namun banyak manfaat lainnya seperti internet banking, membayar pajak, telepon, listrik, melihat berita (news) , bisnis/ekonomi, pertahananan keamanan, sosial politik, dan berbagai pengembangan ilmu pengetahuan serta tentunya meningkatkan syiar agama Islam.
Aktifitas menulis dan komentar di dunia maya semestinya dilakukan dengan bahasa yang baik, serta bermartabat bukan dengan kalimat kasar apalagi jorok, atau bahasa hewan, mereka banyak yang tidak menyadari bahwa ucapannya itu dapat dimonitor/dibaca semua pengguna internet dari seluruh dunia, jadi selain nama baik pribadi juga nama baik bangsa dipertaruhkan. Dengan kata lain pengguna internet harus mempunyai tanggung jawab pribadi dengan selalu memperhatikan etika serta norma Agama, kesopanan, kesusilaan, dan adat istiadat, serta hukum/aturan peraturan perundangan positif lainnya yang berlaku.
Sebagian dari pengguna internet lupa bahwa aktifitas di dunia maya pada prinsipnya sama dengan di dunia nyata, mereka lupa bahkan mungkin sengaja untuk tidak mau mentaati berbagai peraturan perundangan, serta norma-norma yang berlaku. Mereka bebas sebebasnya memanfaatkan kelemahan sistem koneksi di web, situs/blog, yaitu adanya kebijakan memberi “kebebasan” dan “perlindungan privacy” . Kita bebas menggunakan nama/identitas yang bukan sebenarnya atau nama samaran, sehingga telah menjadi hal yang lumrah bila kita lihat nama-nama pengguna yang mengaku wanita padahal dia pria atau sebaliknya, dari hal nama yang menggelikan, lucu sampai dengan yang menyeramkan, seperti “keranda mayat”malah sebagian lagi tanpa nama (anonym).
Demikian pula berkembang pesat web/situs/blog yang memuat konten pornografi dan hal-hal negatif lainnya , web/situs/blog negatif tersebut sangat banyak jumlahnya, entah mengapa pemerintah saat ini belum berhasil menindak mereka, sepertinya tidak ada kesungguhan/political will, dan mungkin keterbatasan peralatan , kemampuan sumber daya manusia serta penguasaan tekonologi informasinya, demikian pula provider penyedia akses internet sepertinya masih menutup mata karena mengejar keuntungan semata dari pemasangan iklan .
Saya mencoba menguraikan jenis-jenis web/situs/blog dilihat dari konten/isinya yang merusak moral dan akhlak adalah sebagai berikut:
1.Mengajarkan ajaran demokrasi bebas : mereka berpendapat ( kebebasan tidak boleh dilarang Negara) mereka menuntut bebas berkumpul dan berserikat dan menyatakan pendapat sebebasnya dengan berlindung kepada hak azasi manusia (HAM) dan demokrasi bebas, padahal tolak ukur demokrasi dan kebebasan adalah norma hukum, jadi “tidak ada bebas mutlak dalam pergaulan hidup manusia”.
2.Lebih parah lagi situs yang menyebarkan atheisme dan menganjurkan untuk tidak beragama.
3. Demikian pula mengenai sekulerisme yang sejak lama banyak penganutnya di barat , namun ternyata sekarang telah banyak diikuti oleh orang-orang Indonesia yang menulis keduniawian sesuai kehendaknya sendiri tanpa membahas dunia dan akhirat secara benar.
4.Web/situs porno : yang memuat foto (images), film dan video porno saat ini bukan saja dari luar negeri yang tidak terhitung jumlahnya, mereka sudah lama eksis, tetapi hanya sebahagian kecil berhasil distop / diblokir oleh penyedia koneksi internet misalnya Telkomsel, jadi masih lebih banyak yang belum diblokir termasuk pengelolanya dari dalam negeri alias made in Indonesia. Eksistensi mereka bukan surut malah semakin terus berkembang padahal dampak negatifnya sangat luas merusak akhlak dan moral bangsa apalagi bagi kalangan anak-anak dan remaja. Yang memprihatinkan situs/web/blog yang berbahaya atau daya rusaknya tinggi ini karena produknya dengan mudah bisa dicopy/paste, kemudian gambar atau film/video dapat diunduh/didownload dapat digandakan /direkam ulang tanpa batas, kemudian disimpan ke Vcd/Dvd, flashdisk, harddisk komputer dan atau HP (telepon genggam) sehingga dapat menyebar luas super cepat hanya dalam hitungan detik.
5. Web/situs Media Berita/News : sebagian dari mereka membuka forum khusus agama dan atau humaniora. Situs/web yang kategorinya berita/news , seperti kompas, metro news, tvone, detik.com dan lain-lain, memang pada pokoknya memuat berita/news dalam dan luar negeri mencakup ideologi, politik, sosial ,ekonomi, budaya, militer, akan tetapi ternyata saya perhatikan ada juga Forum dan atau kolom komentar. Semua pengguna tidak terbatas dari golongan usia, latar belakang keluarga, pendidikan, agama, suku, ras, golongan bisa masuk, dan boleh menulis serta membuat komentar sekehendaknya/bebas secara terbuka. Meskipun ada petugas admin ( petugas yang bertanggung jawab memuat atau mencoret tulisan atau komentar dan pemuatan gambar/video dan lain-lain yang bertentangan dengan Undang-Undang) mereka sering lalai dan lambat melakukan pengawasannya.
Bisa dibayangkan seperti apa tulisan serta komentar dalam forum tadi? Betul sekali, isinya tidak sehat, tidak terkendali, dan pada akhirnya terjadi debat kusir tanpa berkesudahan karena mereka berlatar belakang keluarga, pendidikan, sosial ekonomi, budaya serta kerangka berfikir yang berbeda-beda. Akibatnya forum itu hasilnya debatable (mengundang debat), tetapi debat kusir (bhs Sunda= marebutkeun paesan kosong), bahasan dipilih isu –isu kontroversial tapi bahasa mereka egois, emosional dan melanggar kaidah atau norma adat, kesopanan, kesusilaan dan agama serta hukum.
Itu nyata terjadi dimana-mana termasuk di dunia nyata, karena mereka melupakan ajaran Allah SWT dan jauh dari Ulama, tanpa berdasarkan ilmu dan gurunya, serta logika berfikir tanpa disertai nurani keimanan. Debat yang ngawur tadi atau pepesan kosong ((bahasa sunda=marebutkeun paesan kosong), malah yang perlu kita pahami bahwa mereka itu secara sadar atau tidak sadar telah melakukan berbagai pelanggaran-pelanggaran kaidah agama dan peraturan Negara dan banyak yang bisa diklasifikasikan memenuhi unsur tindak pidana.
6. Kegiatan tulisan di forum web/situs perusak agama: dilakukan oleh kelompok yang anti Tuhan, dan golongan murtad, mereka “bersembunyi” dengan latar filsafat agama dan humaniora, mereka rajin memutar- balikkan data dan fakta suatu kejadian/ peristiwa/sejarah, malah ada yang berani mengarang sejarah agama versinya sendiri, serta menafsirkan ayat-ayat suci semaunya saja.
Selain itu web/situs/blog ini, melakukan usaha politik adu domba, saling hasut menjelekkan agama lain dan blak-blakan mengajak keluar dari agama. Pernah terjadi di suatu web yang ternama, ada forum diskusi pada site “agama” tetapi karena terlalu banyak yang tulisan yang menjurus SARA oleh pengelolanya “dihapus”, tetapi mereka tidak kehilangan akal terus ramai-ramai pindah ke site “humaniora” masih di web yang ternama dan meneruskan perbincangan yang merusak dimaksud.
Hal-hal inilah menurut kita perlu segera ditertibkan sebab sungguh akan membahayakan karena mereka telah melakukan pencucian otak dengan ajaran-ajaran yang menyesatkan melalui tulisan, foto, gambar, film dan video….maka layaknya seperti racun kekuatan merusaknya dahsyat dan mematikan apalagi terhadap mereka yang tipis iman serta jiwanya lemah. Bila mereka dicekal atau diusir dari suatu web/blog yang bermutu baik, mereka tidak kehilangan akal, dengan mudah seseorang atau kelompok tadi bisa membuat web/site/blog sendiri yang isinya merusak seperti di uraikan di atas.
KESIMPULAN :
1.Adanya web/situs/blog negatif yang merusak sudah berkembang pesat di depan kita, maka para orang tua, guru, alim-ulama, cendekiawan dan tokoh masyarakat lainnya perlu mengawasi, dan membimbing putra/i nya serta mencegah anak-anak asuhnya agar tidak mengaksesnya, saya mengajak manfaatkan internet untuk hal-hal yang positif seperti menyampaikan ilmu Agama dan pengetahuan umum yang berguna bagi bangsa kita dan seluruh umat manusia.
2. Banyak web/situs/blog banyak yang penggunaannya diselewengkan oleh banyak orang untuk merusak dan menyesatkan umat, apalagi mereka berlindung di balik jaman euforia demokrasi yang salah menterjemahkan arti demokrasi dan kebebasan menjadi kekuasaan rakyat yang bisa sebebas-bebasnya berbuat apa saja, demokrasi telah keblabasan. Maka pemerintah dengan partisipasi masyarakat beserta semua komponen bangsa harus segera menertibkan dan memblokirnya kemudian siapa pun yang melanggar hukum, segera diajukan ke pengadilan tanpa pandang bulu.
3 Web/situs SARA : tampilan/ design bolg/web/situsnya indah menarik, tetapi kita mesti waspada jangan terkecoh karena ternyata isinya (konten), berisi hasutan, mengadu-dombakan antar suku, ras, antar golongan dan agama (SARA), malahan telah sampai ke tingkat yang berbahaya, misalnya tulisan dan comments (komentar-komentar) di internet itu bukan mengkritisi , namun sudah menjurus memperdebatkan batang tubuh aqidah suatu agama. Perhatikan Al Qur’an surah Al-Hajj ayat 3: “Dan diantara manusia ada yang berbantahan tentang Allah tanpa ilmu dan hanya mengikuti para setan yang sangat jahat “.
Agama merupakan keyakinan individu dalam beriman kepada Maha Pencipta jadi tidak benar dan tidak etis untuk diperdebatkan atau didiskusikan di ruang publik yang penggunanya hadir berbagai kalangan yang sangat plural, seperti latar belakang agama, sosial ekonomi, budaya, pendidikan, umur, sehingga saya nilai sebagian dari mereka ada unsur kesengajaan untuk memecah bangsa ini melalui thema/ isu SARA.
Langkah-langkah antisipatif pencegahan dan penanggulangan:
1.Pemerintah perlu mengawasi kegiatan pengguna internet termasuk para pengelola web/situs/blog sebagaimana diuraikan di atas yang melanggar hukum, hal itu bisa dilakukan dengan melacak alamat (IP address) pengguna koneksi internet yang bersangkutan, bila perlu penyedia koneksi jaringan internetnya pun diblokir. Alasan demi HAM dan demokrasi tidak boleh merupakan alasan seseorang atau kelompok dapat berbuat sewenang-wenang misalnya menulis menjelekkan agama satu dengan lainnya, apalagi bersifat penistaan/penodaan agama. Ruang publik terbuka seperti di dunia maya/internet, pada prinsipnya sama dengan “dunia nyata”, yaitu adanya berbagai peraturan hukum yang mesti ditaati dan ditegakkan.
2.Kepada para orang tua bekali putra-putri kita yang akan berselancar di dunia maya dengan pendalaman ajaran Agama, agar mereka terhindar ajakan-ajakan halus (padahal isinya mengandung racun/berbisa yang mematikan), menggoyahkan keimanan mereka. Dunia maya kadang-kadang seperti hutan rimba yang bebas dan banyak binatang buasnya. Maka karena kita tidak mungkin mengawasi setiap waktu putra/I kita, bicarakan dengan bijak misalnya buat kesepakatan dengan putra/i kapan waktunya dan ke web situs mana yang boleh diakses.
3. Perlu diusulkan kepada Kementrian Pendidikan Nasional penambahan jam pelajaran agama di sekolah yang sekarang ini tidak memadai karena hanya 1 atau 2 jam saja dalam seminggu.
4. Sistem pengajaran agama terhadap anak-anak dan remaja, menggunakan bahasa mereka agar lebih mudah dihayati, dan kembangkan sistim belajar mengajar dengan mengkombinasikan komunikasi satu arah dan dua arah (two way communication) sehingga suasana kelas lebih hidup berinteraktif, bertanya/menyatakan pendapat serta mendiskusikan materi yang diberikan. Sistim ceramah dan pengajaran satu arah (one way ) biasanya murid terpaksa menerima apa adanya materi tersebut , jadi jangan sampai mereka merasakan sebagai ajaran/dogmatis melainkan agama itu aplikatif.
Waspadai banyak yang ingin merusak Islam, oleh karena itu menyebarkan ilmu dan larangan menyimpannya banyak diatur dalam Al Qur’an antara lain surah Al Baqarah ayat 146: “Orang-orang yang telah Kami beri Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sebagian mereka pasti menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui(nya)”.
Kemudian kita lihat Al Baqarah ayat 159 : “Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab (Al Qur’an), mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh mereka yang melaknat”.
Selain itu pula dalam Al Baqarah ayat 174 : “Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Kitab, dan menjualnya dengan harga murah, mereka hanya menelan api neraka ke dalam perutnya, dan Allah tidak akan menyapa mereka pada hari kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Mereka akan mendapat azab yang sangat pedih”.
5.Hindari join/sign up/login/ masuk pada situs/web/blog yang tidak sesuai dengan ajaran agama kita, dan kita pun dapat melaporkan kepada pengelolanya dengan cara “laporkan” penulisnya, caranya klik (report this person) dan atau di bawah tulisannya klik (report this post).
6.Kaum intelektual dan cendekiawan muslim serta organisasi kemasyarakatannya diharapkan aktif meningkatkan kuantitas serta kualitas konten web//situs/blognya, dan selalu mengupdate tulisan dan bahasannya, selalu mengikuti trend atau yang aktual berkembang dalam masyarakat, maka mudah-mudahan dengan upaya tersebut dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt serta meminimalisir pengaruh negatif dari paham /ideologi yang merusak aqidah masyarakat.
Semoga tulisan ini bermanfaat dan mohon maaf apabila terdapat kekurangan atau kesalahan, karena kebenaran yang mutlak hanya milik Allah SWT, hanya kepadaNya jualah kita memohon ampunan dan perlindunganNya, Amiin

BAGAIMANA SEORANG MUSLIM MENYIKAPI PERAYAAN HARI RAYA AGAMA UMAT LAIN


Sumber dari : http://alhakim-bsd.com/islam/?cat=1
Tanggal Penulisan January 2, 2009 | Kategori IBADAH 
Risalah Ta’lim Ba’da Subuh, Sabtu 22 Dzulhijjah 1429H (20 Desember 2008)
Oleh Ustd. Habiburrahmanuddin
Bismillahirahmanirahim
Alhamdulillah mari kita bersyukur kepada ALLAH  yang telah menjadikan Islam sebagai agama dan syariat yang mengatur kehidupan kita dalam meniti langkah kehidupan.
Shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, Rasulullah yang telah mencontohkan kepada kita semua bagaimana menjalankan aturan ALLAH dengan sebaik-baiknya karena kita mendapat model dan contoh dari manusia yang mulia.
Seorang muslim yang sejak lahir ataupun yang memeluk Islam setelah dewasa, maka ia berikrar dengan dua kalimat syahadat. Maka sejak saat itu ia disebut muslim. Muslim adalah orang yang tunduk, khuduk, patuh dan taat kepada ALLAH yaitu penyerahan total kepada ALLAH dan terhadap aturan-aturan ALLAH.
Seorang muslim yang ber-aqidah Islam (aqidah = ikatan), maka ia tidak hanya mengakui ALLAH sebagai illah yang disembah dan rob yang mengatur alam tetapi juga mengakui ALLAH yang membuat aturan-aturan bagi manusia. Orang yang ber-aqidah Islam, ia tidak bebas melainkan terikat pada aturan-aturan ALLAH terutama yang bekaitan dengan aqidah.
Pada kesempatan ini mari kita membincangkan bagaimana seorang mukmin menyikapi perayaan umat lain yang merayakan hari besar agamanya dan tahun baru.
Dalam satu riwayat, Rasulullah pada suatu hari didatangi oleh utusan orang-orang Makkah yang diantara mereka itu adalah al-Walid bin al-Mughirah, Aswad bin Muthalib dan Umyyah bin Khalaf. Mereka menawarkan titik temu persamaan agama antara Islam dengan agama orang-orang kafir pada saat itu. Mereka menawarkan untuk memeluk dan menjalankan agama Islam pada masa satu tahun dan pada tahun berikutnya berharap Rasulullah dan pengikutnya untuk menjalankan agama mereka menyembah berhala.
Mereka mengatakan hal ini merupakan kerjasama yang saling menguntungkan sehingga siapapun yang benar antara agama yang dibawa Rasulullah atau agama mereka maka tidak ada yang dirugikan. Mereka berpendapat jika Islam yang benar mereka tidak rugi karena telah pernah menjalankan agama Islam dan demikian juga sebaliknya.
Tetapi tawaran itu serta merta ditolak dan dijawab oleh Rasulullah diawali dengan kalimat “aku berlindung dari orang-orang yang menyekutukan ALLAH”. Rasulullah tidak berstrategi ataupun berpolitik untuk tawaran ini. Padahal posisi umat Islam pada saat itu dalam keadaan terjepit, diboikot bertahun-tahun, disiksa dan dibantai oleh orang-orang kafir. Seandainya Rasulullah berpolitik maka barangkali tidak mengapalah menerima tawaran yang demikian siapa tahu berhasil menda’wahi orang-orang kafir itu sehingga tahun berikutnya tidak harus menjalankan agama mereka. Tetapi Rasulullah tidak menerimanya karena Allah menurunkan wahyu saat itu juga yaitu Al-Quran QS 109 :1-6 al-Kafirun (orang-orang kafir). Surat ini disebut juga dengan nama surat al-Muqossidah (penyembuh). Disebut penyembuh karena menyembuhkan penyakit syirik sekecil apapun. 
Surat ini diawali dengan kalimat “Qul”. Di dalam al-Quran kalimat “Qul” terulang sebanyak 332 kali. Qul itu khittahnya kepada Rasulullah Muhammad SAW namun tetap dicantumkan secara utuh dalam al-Quran. Maknanya adalah, pertama ini adalah bukti bahwa Al-Quran itu asli tanpa pengurangan satu hurufpun. Al-Quran itu bukan buatan Rasulullah melainkan dari ALLAH SWT dan Rasulullah tidak menguranginya satu hurufpun.
Kedua, menurut ahli mufasir fungsi kalimat “Qul” adalah untuk menjelaskan dengan sejelas-jelasnya dan menolak dengan setegas-tegasnya terhadap persepsi keliru yang salah difahami oleh sebagian orang terhadap ajaran Islam terutama yang berkaitan dengan aqidah.
Dalam kaitan bahasan kali ini, masih ada orang yang beranggapan sekedar mengucapkan selamat terhadap perayaan umat lain tidak mengapa. Padahal sudah jelas dalam surat al-Kafirun ayat pertama disebutkan “Qul (katakan ya Muhammad) wahai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah”.
Ayat ke 2 dan 4 pada dasarnya sama tetapi redaksinya berbeda. Ayat ke 4 dikatakan “aku bukanlah penyembah apa yang engkau sembah”.
Ayat ke 3 dan 5 sama persis dan ini bukan mubazir kata tetapi sebagai li-ta’qid (penegasan) sekaligus menunjukkan konsistensi jawaban Rasulullah atas tawaran orang-orang kafir.
Jika dipahami dalam bahasa arab, maka jelas sekali perbedaan pada pengulangan ayat tersebut. Pada ayat ke-2 disebutkan Laa a’budu maa ta’budun.    Kalimat yang digunakan untuk menyangkal persepsi keliru orang kafir itu adalah fi’il mudhorik yang berarti kata kerja dalam bentuk sekarang , masa akan datang dan seterusnya.
Maka terjemahan dari ayat ke-dua adalah “aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah hari ini, dan apa yang akan kalian sembah nanti dan terus menerus yang kalian sembah tidak akan aku sembah”.
Sedangkan makna ayat ke-4 walaa ana aa’bidumma abattum menggunakan kata aa’bid yaitu isim fa’il yang fungsinya untuk menunjukkan dawam artinya terus menerus, selamanya tetap begitu. “Aku selamanya bukanlah penyembah apa yang kalian sembah”. Lalu kalimat maa’abattum menggunakan  fi’il madhi untuk menunjukkan masa lampau.   Jadi arti ayat ke-4 jika dirincikan adalah “aku bukanlah penyembah apa yang dulu pernah kalian sembah”.
Ayat 3 dan 5 yang sama persis menurut ahli mufasir perbedaannya ada pada lafaz maa.  Pada ayat ke-3 lafaz maa dari kalimat maa a’bud artinya apa saja yang kalian sembah. Sedangkan lafaz maa pada maa a’bud ayat ke-5 adalah kata jadian yang artinya cara aku menyembah.  Jadi artinya “kalian tidak akan pernah ikut cara ku menyembah”.
Maka dengan ini sulit untuk mencari celah persamaan antar agama. Karena semua telah ditutup dengan menyebutkan waktunya, apa yang sembah dan cara menyembahnya. Kemudian surat ini ditutup dengan Lakum diinukum waliyadin. “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku”. Kalimat ini sesungguhnya menyalahi kaidah bahasa karena kata kerja didahulukan sedangkan subjek diakhirkan. Namun hal ini menunjukkan kekhususan /sensitifitas yang bila di sentuh maka akan melanggar.
Sekaligus ini menunjukkan sebuah pernyataan yang jujur bahwa umat Islam mengakui adanya agama diluar Islam tetapi bukan berarti mengakui kebenarannya. Umat Islam tidak akan mengganggu orang-orang non-muslim yang merayakan hari besar agamanya. Sebab jika menggangu atau menyakiti umat lain maka seorang muslim akan melanggar ayat ini. Tetapi ingat lanjutannya adalah waliyadin yang ini juga sensitif, yang maknanya adalah kami juga memiliki identitas dan eksistensi agama Islam sehingga umat lain juga tidak boleh mengajak-ajak untuk mengikuti mereka.
Maka bagi kita umat Islam yang mengikuti perayaan agama non muslim sekalipun hanya dengan mengucapkan selamat saja maka itu juga melanggar ketentuan ALLAH. Maka sikap yang paling baik adalah jangan pernah menggangu mereka dalam perayaan ibadah mereka sekecil apapun dan sekaligus jangan pernah tersentuh sekecil apapun untuk mengikutinya.
Maka inilah yang dimaksud dengan kalimat “Qul” katakanlah dan jelaskanlah kepada mereka tentang aqidah ini. Pada hakikatnya aqidah beridah itu tidak bisa menurut akal manusia apalagi jika ingin berstrategi hanya untuk meraih simpati orang-orang non muslim.
Demikianlah sikap yang semestinya dilakukan oleh umat Islam tekait perkara aqidah dan ibadah dalam menyikapi hari perayaan agama umat lain.

Wallahualam bi shawab.

TUJUH SUNNAH NABI MUHAMMAD SAW, MENJADIKAN HIDUP LEBIH BERMAKNA

Sumber dari: http://alhakim-bsd.com/islam
Tanggal Penulisan November 28, 2008 | Kategori IBADAH 
Penulis : Adiadwan Herrawan
Assalamualaikum WW.,
“ Subhannallah Walhamdulillah Wala ilaha illallah Allahu Akbar !”
Kita semua menyadari bahwa HIDUP INI HANYALAH SESAAT. Dan kita akan HIDUP SELAMANYA DI AKHIRAT kelak. Keadaan inilah yang membangun ’semangat berjibaku’ agar kita semua MENGELOLA HIDUP yang sesaat ini untuk kebahagiaan selama-lamanya di akhirat, kelak.
Tidaklah heran, mengapa orang Mukmin semakin hari semakin bertakwa. Karena merekan tahu dan sadar bahwa SEMAKIN HARI SEMAKIN DEKAT PERJUMPAAN DENGAN ALLAH SWT. Sehingga hari-harinya dilalui dengan kesibukan untuk MEMPERBAIKI DIRI dalam kebaikan.
Salah satu usahanya adalah melahirkan perbaikan dan kebaikan dengan MENGAMALKAN SUNNAH HARIAN Rasulullah SAW.
Rekan-rekan se-iman, marilah kita menghentikan sejenak aktifitas kita sehari-hari yang menyibukkan diri, agar kita dapat sejenak waktu untuk BERHENTI, BERPIKIR, MERENUNG dan MENCONTOH teladan kita semua RASULULLAH SAW, melalui serial Artikel singkat ” 7 Sunnah Harian NABI SAW ”, agar menjadikan hidup kita lebih bermakna, untuk mempersiapkan diri kita dalam menghadapi sisa-sisa kehidupan kita.
1. Shalat Tahajud
Kita semua mengetahui, bahwa Shalat Tahajud adalah SHALAT TERAMAT PENTING SETELAH SHALAT FARDHU (wajib) lima waktu. Karena dengan shalat Tahajud Allah SWT akan MENGANGKAT DERAJAT kehidupan manusia.
Shalat Tahajud dilakukan diwaktu malam (setelah tidur) karena disaat malam-sunyi tersebut melakukan shalat akan LEBIH KHUSYUK dan bacaan di waktu tsb LEBIH BERKESAN.
Al-Isra : 79 ”Dan dari sebagian malam hendaklah engkau bangun (tahajud), sebagai AMALAN TAMBAHAN untukmu. Semoga Tuhanmu mengangkat (derajatmu) ke tempat terpuji”.
Abu Huraira R.A meriwayatkan RASULULLAH SAW bersabda :”Tuhan kita turun SETIAP MALAM ke langit dunia pada SEPERTIGA MALAM terakhir, dan berfirman – Siapa yang BERDOA kepada-Ku PASTI AKU KABULKAN, siapa yang MEMOHON kepada-Ku PASTI AKU BERI, dan siapa yang MEMOHON AMPUN kepada-Ku, PASTI AKU AMPUNI !” (HR. Al-Jama’ah).
Amr bin Al-Ash meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda :
”Sedekat-dekat hamba kepada Allah SWT adalah PADA TENGAH MALAM TERAKHIR. Apabila engkau bisa termasuk golongan orang BERDZIKIR mengingat Allah SWT pada saat itu, maka lakukanlah ” (HR. Al-Hakim).
Salman Al-Farisi meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda :
”Kerjakanlah shalat malam, sebab itu adalah KEBIASAAN ORANG SHALEH sebelum kamu, JALAN MENDEKATKAN DIRI kepada Tuhan, PENEBUS KEJELEKAN, PENCEGAH DOSA, serta PENGHALAU SAKIT ”.
Subhanallah ! Demikian besarnya keutamaan Shalat Tahajud. Marilah kita mulai rutin lakukan !
Pelaksanaan :
- Shalat malam sebaiknya DILAKUKAN DI RUMAH, bukan di Masjid.
- Bacaan shalat malam BOLEH NYARING dan juga BOLEH PELAN.
- Jumlah rakaatnya MINIMAL 2 rakaat, 4, 8, dst, tidak terbatas.
- Diakhiri dengan SHALAT SUNNAH WITIR 3 rakaat, ganjil.
2. Membaca & Mempelajari AL-QUR’AN
Rekan Muslim, terjadinya berbagai masalah kompleks dalam kehidupan pribadi, keluarga, organisasi, perusahaan dan bernegara, terjadinya karena semua bersumber kepada AL-QUR’AN TIDAK DIJADIKAN SEBAGAI PETUNJUK dan PEDOMAN HIDUP.
Kinilah saatnya kita ”kembali untuk mendalami” kitab yang bersumber dari Allah SWT! (bukan karangan manusia !) tersebut.
Al-Qur’an sebaiknya dipelajari secara SISTEMATIS, diungkap maknanya, digali kandungannya dan isinya sebagai PEDOMAN HIDUP. Bahkan secara transendental-psikologis, Al-Qur’an harus didekati secara emosional, MELIBATKAN PERASAAN dalam upaya menyelami makna terdalam dan hikmah tertinggi yang dimiliki.
”Dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah SWT yang maha Pemurah kepada mereka, mereka MENYUNGKUR, BERSUJUD dan MENANGIS” (QS. Maryam : 58)
HR.Tirmidzi :
”Al-Quran adalah kitab Allah SWT yang berisi SEJARAH UMAT sebelum kamu, BERITA UMAT sesudahmu, kitab yang MEMUTUSKAN/menyelesaikan urusan di antara kamu, yang nilainya bersifat PASTI & ABSOLUT. Siapa saja yang durhaka ”meninggalkannya” pasti Allah SWT akan ”memusuhinya”. Siapa yang MENCARI PETUNJUK SELAIN AL-QUR’AN, PASTI AKAN TERSESAT. Al-Qur’an adalah tali Allah yang sangat kuat, PERINGATAN YANG BIJAKSANA dan JALAN YANG SANGAT LURUS”.
Langkah yang sebaiknya kita lakukan adalah dengan :
  - Membacanya
  - Mencatatnya
  - Menghafalnya
  - Memahaminya
  - Mengamalkannya
Perlu diingat, bahwa Al-Qur’an baru terbukti menjadi petunjuk ketika ada KENYATAAN DALAM PRAKTEK KEHIDUPAN kita. Agar pendalaman Al-Qur’an yang kita lakukan semakin berimplikasi positif bagi kita dan manusia secara umum, maka dalam MENGEKSPLOITASI isi, kisah, hikmah Al-Qur’an seharusnya kita belajar kepada para ulama yang sudah lebih awal dan lebih panjang menadaburi Al-Qur’an termasuk sejumlah tafsir dan karya tulis.
Sedemikian pentingnya sebuah kandungan makna/isi Al-Qur’an, sampai Allah SWT berfirman :
”Kalau sekiranya kami turunkan Al-Qur’an kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya TUNDUK TERPECAH-PECAH disebabkan TAKUT KEPADA ALLAH SWT. Perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka BERPIKIR ! ” (QS. Al-Hasyr : 21)
3. Shalat Shubuh Berjamaah di Masjid
Rasulullah SAW menyampaikan sebuah hadits di hadapan para sahabatnya, ketika menanyakan salah seorang jamaahnya tidak terlihat dalam shaf shubuh berkali-kali :
”Sungguh, shalat yang PALING BERAT BAGI ORANG MUNAFIK, adalah shalat Isya dan SHALAT SHUBUH. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, mereka pasti mendatangani keduanya, SEKALIPUN DENGAN MERANGKAK ” (HR. Bukhari-Muslim).
Banyak ulama hadits menilai tentang penjelasan hadits ini, di antaranya bahwa untuk menilai seseorang apakah sungguh-SUNGGUH BERIMAN atau malah MUNAFIK, maka dapat dilihat shalat shubuhnya.
Shalat Shubuh merupakan satu di antara shalat wajib 5-waktu yang mempunyai KEKHUSUS-AN dan memiliki KEUTAMAAN yang luar biasa.
1.Merupakan SHALAT PALING UTAMA yang diwajibkan pada kaum Muslimin. (merupakan shalat yang sejak awal disyariatkan tetap 2-rakaat).
2.ADZAN shubuh berbeda dengan adzan shalat wajib lainnya, dengan menambahkan ’Ash-shaltu khairum minan naum’ – ”shalat itu lebih baik dari tidur, sebanyak 2 kali”.
3. Rasulullah SAW memberikan DOA KHUSUS setelah shalat shubuh, yang berbeda dengan shalat lain. Doa ini sebagai tambahan ’wirid’ penutup shalat.
Diriwayatkan oleh Abu Dzar RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
”Siapa mengatakan setelah shalat shubuh, SEBELUM MENINGGALKAN TEMPAT DUDUKNYA dan BERBICARA SEDIKITPUN – La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yuhyi wa yumitu wahuwa ala kulli sya in qadir - sebanyak 10X, maka akan ditulis baginya 10 kebaikan, dihapus 10 kesalahan dan diangkat derajatnya 10 kali lebih tinggi. Satu hari penuh ia terlindungi dari suatu yg tidak disukai, terlindungi dari syetan, tidak ada dosa yang pantas dianggap sebagai dosa, kecuali syirik ” (HR.Tirmidzi).
Rasulullah SAW pernah menasehati Muslim bin harits : ” Jika kamu shalat shubuh, maka bacalah sebelum kamu berbicara – Allahumma ajirni minannar (Ya ALLAH lindungilah aku dari api neraka) – sebanyak 7X, maka jika kamu mati hari itu, ALLAH akan menjauhkanmu dari api neraka ” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).
4. Rasulullah SAW selalu MENYURUH MEMENDEKKAN BACAAN shalat, KECUALI SHALAT SHUBUH !Abu Barzah Al-Islami meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pada shalat shubuh membaca 60 sampai 100 ayat …..sampai sebentar lagi matahari terbit (HR. Muslim).
5. Rasulullah SAW mempunyai BACAAN KHUSUS SHALAT SHUBUH di HARI JUMAT ! Abu Huraira meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW membaca pada rakaat pertama SURAH AS-SAJADAH dan rakaat kedua SURAH AL-INSAN. Keistimewaan ini tidak terjadi pada shalat wajib lainnya !
6. Shalat shubuh TIDAK BISA DI-QASAR dan DIJAMAK !
Seperti yang juga kita pahami dari beberapa hadits, pada saat shalat shubuh inilah pergantiang malam dan siang dimulai. Pada saat itu pula MALAIKAT MALAM dan SIANG BERKUMPUL dan BERGANTI TUGAS.
”SHALAT BERJAMAAH LEBIH UTAMA dari shalat sendirian sebanyak 25 kali lipat. Malaikat penjaga malam dan siang BERKUMPUL PADA SHALAT SHUBUH” (HR. Bukhari).
ALLAH SWT berfirman : ”Dan dirikanlah SHALAT SHUBUH. Sungguh, shalat shubuh itu DISAKSIKAN OLEH PARA MALAIKAT” (QS. Al-Isra : 78).
Ada lagi hal utama dalam shalat shubuh, adalah – DUA RAKAAT SHALAT FAJAR (shalat sunah sebelum atau qabliyah shubuh) yang LEBIH BAIK DARI DUNIA & SEISINYA (HR. Muslim).
Rasulullah SAW mengistimewakan shalat ini dengan menggambarkan bahwa : ”Seandainya dunia dan seisinya ini adalah sebuah kebaikan, maka JAUH LEBIH BAIK 2 RAKAAT SHALAT FAJAR YANG KITA KERJAKAN” !
Selain itu pula, SHALAT SHUBUH BERJAMAAH DI MASJID bisa menjadi PENERANG PADA HARI KIAMAT KELAK, seperti yg disabdakan Rasulullah SAW : ”Berilah kabar gembira bagi orang-orang YANG BERJALAN DI KEGELAPAN MENUJU MASJID (untuk mengerjakan shalat shubuh) DENGAN CAHAYA YANG TERANG-BENDERANG (pertolongan) PADA HARI KIAMAT ! ” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibn Majah).
Dari semua pengetahuan kita tentang keutamaan SHALAT SHUBUH BERJAMAAH DI MASJID INI, kesombongan apalagi pada diri kita yang akan menghalangi untuk menjalankannya ?
4. Melakukan SHALAT DHUHA
”Wahai anak Adam, cukupilah aku dengan melakukan EMPAT RAKAAT SHALAT DHUHA pada pagi hari, maka aku akan MENCUKUPI KEBUTUHANMU pada akhir hayatmu” (HR Ahmad & Abu Ya’la).
Beliau berwasiat kepadaku tentang 3 hal, yang sejak itu aku TIDAK PERNAH MENINGGALKANNYA :
Pertama - Hendaknya aku tidak tidur sebelum mengerjakan SHALAT WITIR
Kedua - Hendaknya aku tidak meninggalkan dua rakaat SHALAT DHUHA (karena shalat DHUHA adalah shalatnya ’awwabin’-orang yg bertobat kepada ALLAH SWT serta meninggalkan maksiat)
Ketiga - Hendaknya aku BERPUASA 3 HARI setiap bulan  - (HR. Tirmidzi dan Nasa’i)
Salah satu makna fungsional shalat DHUHA adalah agar pelakunya MENDAPATKAN REZEKI dan DIJAUHKAN DARI KEMISKINAN : ”Shalat DHUHA itu mendatangkan rezeki dan menolak kemiskinan, dan tidak ada yang memelihara shalat kecuali orang-orang bertobat” (HR. Tirmidzi)
”Siapa yang mengerjakan shalat DHUHA 2 rakaat – dia TIDAK AKAN dicatat dalam kelompok orang-orang yang LUPA. Siapa yang mengerjakan shalat DHUHA 4 rakaat – dia dicatat dalam kelompok orang-orang yang AHLI IBADAH. Siapa yang mengerjakan shalat DHUHA 6 rakaat – pada hari itu segala kebutuhannya DICUKUPI oleh ALLAH SWT. Siapa yang mengerjakan shalat DHUHA 8 rakaat – maka ALLAH SWT mencatatnya termasuk golongan yang TUNDUK dan menghabiskan waktunya untuk BERIBADAH. Dan, siapa yang mengerjakan shalat DHUHA 12 rakaat – maka ALLAH SWT membangunkan baginya sebuah ISTANA INDAH DALAM SURGA.Tidak ada dalam sehari-semalam kecuali ALLAH SWT pasti MEMBERIKAN ANUGERAH serta SEDEKAH kepada hambaNYA” (HR. Thabrani dan Abu Daud).
Subhanallah !
5. BERSEDEKAH
Maha suci ALLAH SWT, ZAT yang telah membersihkan hati orang-orang beriman dari sifat angkuh dan serakah. ALLAH SWT lah yang menyelipkan ke sanubari orang beriman perasaan iba, simpati sekaligus empati kepada orang-orang yang lemah dan membutuhakan bantuan, melalui bersedekah.
Bersedekah tidak harus besar, yang penting dengan KEIKHLASAN.
Kita bersedekah TIDAK MENGHARAPKAN BALASAN dari orang yang kita bantu. Kita harus yakin ALLAH SWT lah yang akan membalas.
”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yg luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang MENAFKAHKAN (HARTANYA) DI WAKTU LAPANG & DI WAKTU SEMPIT, dan orang-orang yg menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. ALLAH menyukai orang-orang yang berbuat baik ” (QS. Ali Imran : 133-134)
” Perbandingan (balasan atau pahala) bagi orang-orang yg MEMBELANJAKAN HARTANYA DI JALAN ALLAH seperti satu biji yg menumbuhkan tujuh cabang, di setiap cabang menjuntai seratus buah, dan ALLAH akan menggandakan (pahala) kepada siapa yang Dia kehendaki, dan ALLAH itu luas (pemberian-Nya) lagi sangat mengetahui ” (QS. Al-Baqarah : 261)
”Siapa yang MEMBANTU MENYELESAIKAN KESUSAHAN SESEORANG di dunia (lebih-lebih lagi saudara sesama Muslim), ALLAH PASTI MEMBANTU MENYELESAIKAN KESUSAHANNYA DI DUNIA dan AKHIRAT ” (HR. Bukhari).
§  Berkah sedekah bisa sirna jika orang yang bersedekah MENGUNGKIT-UNGKIT dan SELALU MENYEBUT-NYEBUT sedekah itu di depan umum.
§  Sedekah dapat MEMADAMKAN MURKA ALLAH SWT
§  Sedekah dapat MEMELIHARA MANUSIA DARI KEJAHATAN
Siapakah yang DIUTAMAKAN UNTUK DIBERI SEDEKAH ?
1- ANAK YATIM, karena sebelum dewasa anak yatim belum dapat mandiri. Mereka adalah TITIPAN ALLAH SWT kepada hamba lainnya yang mampu.
2- FAKIR MISKIN, yang perlu dibantu agar dapat diberdayakan agar mandiri.
3- JANDA dan LANSIA, karena kehilangan tulang punggung pencari nafkahnya, serta kehilangan masa produktifnya.
4- YANG TERLILIT HUTANG
5- YANG TERKENA MUSIBAH
6. SELALU DALAM KEADAAN BERWUDHU
Banyak hadits yang sangat menganjurkan untuk TETAP BERWUDHU WALAUPUN TIDAK HENDAK MENDIRIKAN SHALAT.
Berdasarkan sunnah tsb, mulai generasi sahabat hingga orang-orang shaleh, senantiasa mereka MENJAGA WUDHU DALAM SEGALA AKTIFITAS, baik dalam perjalanan, membaca Al-Qur’an, menuntut ilmu, dalam bekerja, ketika hendak tidur, termasuk sebelum & sesudah berhubungan suami-istri.
BERWUDHU BUKAN HANYA DISAAT MENGHADAP ALLAH SWT dalam shalat, tapi juga ketika akan tidur – BERADA DALAM KESUCIAN.
ALLAH SWT berfirman : ”Sungguh, ALLAH menyukai orang-orang yg bertobat dan mereka yang MENYUCIKAN DIRI” (QS. Al-Baqarah : 222).
Abu Hurairah meriwayatkan RASULULLAH SAW, bersabda :
”Pada hari kiamat, karena bekas wudhunya (yang bercahaya). Siapa ingin memanjangkan ghurram-nya silakan lakukan” (HR. Bukhari).
”Siapa yang BERWUDHU (untuk mendapatkan) KESUCIAN, maka ALLAH akan MENETAPKAN BAGINYA DENGAN SEPULUH KEBAIKAN” (HR. Abu Daud)
”Seseorang senantiasa DIANGGAP SEPERTI DALAM KEADAAN SHALAT, asal dia tidak berhadas (= buang angin)” (HR. Bukhari)
7. SELALU BERDZIKIR
Dzikrullah memiliki daya hidup. Menghidupkan dan menyemangati jiwa yang rapuh, melapangkan jiwa yang sempit serta membangkitkan keyakinan bagi yang mengalami kelelahan dalam menjalani kehidupan.
DZIKIR yang UTAMA :
* La ilaha illallah wahdahu la syarika lah. Lahul mulku wa lahu hamdu wa huwa ’ala kulli syay’in qadir
* Subhanallah wal hamdu lillah wa ilaha illallah wallahu akbar
* Subhanallah wa bihamdihi
* Subhanallahi wa bihamdihi, subhanallahil azhim
* (surah Al-Fatihah)
Rasulullah SAW bersabda : ”Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak berdzikir, seperti ORANG YG HIDUP dan ORANG YG MATI” (HR. Bukhari)
”Dan laki-laki yang BANYAK MENYEBUT (MENGINGAT) ALLAH disertai dengan perempuan yang banyak menyebut Allah, maka Allah telah menyediakan untuk mereka AMPUNAN & PAHALA YG BESAR ” (QS. Al-Ahzab : 35)
”Maka apabila kami telah menyelesaikan shalat, INGATLAH DI WAKTU BERDIRI, DUDUK maupun BERBARING ….” (QS. An-Nisa : 103)
”Karena itu, INGATLAH KALIAN PADA-KU, niscaya Aku pun akan ingat pada kalian…” (QS. Al-Baqarah : 152)
”INGATLAH TUHANMU SEBANYAK-BANYAKNYA dan BERTASBIHLAH dengan memuji Tuhanmu di waktu petang dan pagi ” (QS. Ali-Imran : 41)
Pribadi yang BERDZIKIR :
Setiap KALAMNYA adalah DAKWAH
Setiap DIAMNYA adalah DZIKIR
Setiap NAPASNYA adalah TASBIH
Setiap PANDANGAN MATANYA adalah RAHMAT
Setiap SUARA TELINGANYA selalu TERJAGA
Setiap PIKIRANNYA adalah BAIK SANGKA
Setiap GERAK HATINYA adalah DOA
Setiap SENTUHAN TANGANNYA adalah SEDEKAH
Setiap LANGKAH KAKINYA adalah JIHAD
Kekuatannya adalah SILATURAHMI
Kesibukannya adalah ASYIK MEMPERBAIKI DIRI
Kerinduannya adalah TEGAKNYA SYARIAT ALLAH SWT
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah.AMIN.
Wallahu a’lam bishawab.
Subhanaka Allahumma Wabihamdika Asyhadu Alla illaha illa Anta Astaghfiruka Wa Atubu ilaik.

HAKEKAT DAN KEDUDUKAN TAUHID


Tauhid merupakan kewajiban utama dan pertama yang diperintahkan Alloh kepada setiap hamba-Nya. Namun, sangat disayangkan kebanyakan kaum muslimin pada zaman sekarang ini tidak mengerti hakekat dan kedudukan tauhid. Padahal tauhid inilah yang merupakan dasar agama kita yang mulia ini. Oleh karena itu sangatlah urgen bagi kita kaum muslimin untuk mengerti hakekat dan kedudukan tauhid. Hakekat tauhid adalah mengesakan Alloh. Bentuk pengesaan ini terbagi menjadi tiga, berikut penjelasannya.
Mengesakan Alloh dalam Rububiyah-Nya
Maksudnya adalah kita meyakini keesaan Alloh dalam perbuatan-perbuatan yang hanya dapat dilakukan oleh Alloh, seperti mencipta dan mengatur seluruh alam semesta beserta isinya, memberi rezeki, memberikan manfaat, menolak mudharat dan lainnya yang merupakan kekhususan bagi Alloh. Hal yang seperti ini diakui oleh seluruh manusia, tidak ada seorang pun yang mengingkarinya. Orang-orang yang mengingkari hal ini, seperti kaum atheis, pada kenyataannya mereka menampakkan keingkarannya hanya karena kesombongan mereka. Padahal, jauh di dalam lubuk hati mereka, mereka mengakui bahwa tidaklah alam semesta ini terjadi kecuali ada yang membuat dan mengaturnya. Mereka hanyalah membohongi kata hati mereka sendiri. Hal ini sebagaimana firman Alloh “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). (Ath-Thur: 35-36)
Namun pengakuan seseorang terhadap Tauhid Rububiyah ini tidaklah menjadikan seseorang beragama Islam karena sesungguhnya orang-orang musyrikin Quraisy yang diperangi Rosululloh mengakui dan meyakini jenis tauhidini. Sebagaimana firman Alloh, “Katakanlah: ‘Siapakah Yang memiliki langit yang tujuh dan Yang memiliki ‘Arsy yang besar?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Alloh.’ Katakanlah: ‘Maka apakah kamu tidak bertakwa?’ Katakanlah: ‘Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari -Nya, jika kamu mengetahui?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Alloh.’ Katakanlah: ‘Maka dari jalan manakah kamu ditipu?’” (Al-Mu’minun: 86-89). Dan yang amat sangat menyedihkan adalah kebanyakan kaum muslimin di zaman sekarang menganggap bahwa seseorang sudah dikatakan beragama Islam jika telah memiliki keyakinan seperti ini. Wallohul musta’an.
Mengesakan Alloh Dalam Uluhiyah-Nya
Maksudnya adalah kita mengesakan Alloh dalam segala macam ibadah yang kita lakukan. Seperti shalat, doa, nadzar, menyembelih, tawakkal, taubat, harap, cinta, takut dan berbagai macam ibadah lainnya. Dimana kita harus memaksudkan tujuan dari kesemua ibadah itu hanya kepada Alloh semata. Tauhid inilah yang merupakan inti dakwah para rosul dan merupakan tauhid yang diingkari oleh kaum musyrikin Quraisy. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Alloh mengenai perkataan mereka itu “Mengapa ia menjadikan sesembahan-sesembahan itu Sesembahan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.” (Shaad: 5). Dalam ayat ini kaum musyrikin Quraisy mengingkari jika tujuan dari berbagai macam ibadah hanya ditujukan untuk Alloh semata. Oleh karena pengingkaran inilah maka mereka dikafirkan oleh Alloh dan Rosul-Nya walaupun mereka mengakui bahwa Alloh adalah satu-satunya Pencipta alam semesta.
Mengesakan Alloh Dalam Nama dan Sifat-Nya
Maksudnya adalah kita beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat Alloh yang diterangkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rosululloh. Dan kita juga meyakini bahwa hanya Alloh-lah yang pantas untuk memiliki nama-nama terindah yang disebutkan di Al-Qur’an dan Hadits tersebut (yang dikenal dengan Asmaul Husna). Sebagaimana firman-Nya“Dialah Alloh Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, hanya bagi Dialah Asmaaul Husna.” (Al-Hasyr: 24)
Seseorang baru dapat dikatakan seorang muslim yang tulen jika telah mengesakan Alloh dan tidak berbuat syirik dalam ketiga hal tersebut di atas. Barangsiapa yang menyekutukan Alloh (berbuat syirik) dalam salah satu saja dari ketiga hal tersebut, maka dia bukan muslim tulen tetapi dia adalah seorang musyrik.
Kedudukan Tauhid
Tauhid memiliki kedudukan yang sangat tinggi di dalam agama ini. Pada kesempatan kali ini kami akan membawakan tentang kedudukan Tauhid Uluhiyah (ibadah), karena hal inilah yang banyak sekali dilanggar oleh mereka-mereka yang mengaku diri mereka sebagai seorang muslim namun pada kenyataannya mereka menujukan sebagian bentuk ibadah mereka kepada selain Alloh, baik itu kepada wali, orang shaleh, nabi, malaikat, jin dan sebagainya.
Tauhid Adalah Tujuan Penciptaan Manusia
Alloh berfirman, “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku.”(Adz-Dzariyat: 56) maksud dari kata menyembah di ayat ini adalah mentauhidkan Alloh dalam segala macam bentuk ibadah sebagaimana telah dijelaskan oleh Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhu, seorang sahabat dan ahli tafsir. Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa tujuan penciptaan jin dan manusia di dunia ini hanya untuk beribadah kepada Alloh saja. Tidaklah mereka diciptakan untuk menghabiskan waktu kalian untuk bermain-main dan bersenang-senang belaka. Sebagaimana firman Alloh “Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan, tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian.” (Al Anbiya: 16-17). “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Al-Mu’minun: 115)
Tauhid Adalah Tujuan Diutusnya Para Rosul
Alloh berfirman, “Dan sungguh Kami telah mengutus rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Alloh, dan jauhilah Thaghut itu’.” (An-Nahl: 36). Makna dari ayat ini adalah bahwa para Rosul mulai dari Nabi Nuh sampai Nabi terakhir Nabi kita Muhammad shollallohu alaihi wa sallam diutus oleh Alloh untuk mengajak kaumnya untuk beribadah hanya kepada Alloh semata dan tidak memepersekutukanNya dengan sesuatu apapun. Maka pertanyaan bagi kita sekarang adalah “Sudahkah kita memenuhi seruan Rosul kita Muhammad shollallohu alaihi wa sallam untuk beribadah hanya kepada Alloh semata? ataukah kita bersikap acuh tak acuh terhadap seruan Rosululloh ini?” Tanyakanlah hal ini pada masing-masing kita dan jujurlah…
Tauhid Merupakan Perintah Alloh yang Paling Utama dan Pertama
Alloh berfirman, “Sembahlah Alloh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (An-Nisa: 36). Dalam ayat ini Alloh menyebutkan hal-hal yang Dia perintahkan. Dan hal pertama yang Dia perintahkan adalah untuk menyembahNya dan tidak menyekutukanNya. Perintah ini didahulukan daripada berbuat baik kepada orang tua serta manusia-manusia pada umumnya. Maka sangatlah aneh jika seseorang bersikap sangat baik terhadap sesama manusia, namun dia banyak menyepelekan hak-hak Tuhannya terutama hak beribadah hanya kepada Alloh semata.
Itulah hakekat dan kedudukan tauhid di agama kita, dan setelah kita mengetahui besarnya hal ini akankah kita tetap bersikap acuh tak acuh untuk mempelajarinya?
***
Penulis: Abu Uzair Boris Tanesia
Artikel
 www.muslim.or.id
·          
·          
·